Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menilai PSIM Jogja bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Oleh karena itu, usai batal bertanding melawan Persib Bandung, Borneo FC memilih langsung fokus menghadapi PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul, pada Minggu (14/9/2025) mendatang.
BACA JUGA: Prameks Paling Pagi Hari Ini Pukul 05.10 WIB
"Yang terjadi kemarin diluar kendali saya sebagai pelatih saya tidak bisa kontrol mengingat kejadian ini juga terjadi di beberapa daerah di Indonesia,"ucap Fabio Lefundez, Jumat, 5 September 2025.
Namun, ia dapat banyak pelajaran dari kejadian yang tidak terduga seperti ini.
Ia menyebut akan segera berbenah dan menyiapkan tim inti guna menatap laga selanjutnya laga tandang kontra PSIM Jogja. Ia mengingat tim ini cukup konsisten meskipun tim promosi dari Liga 2.
"Sebelum lawan Persib bandung saya sudah kasih rencana untuk memberikan libur. Namun saat ini ada perubahan," jelasnya.
Borneo FC saat ini menempati peringkat kedua dengan 9 poin, dari 3 kali pertandingan. Sedangkan PSIM Jogja menempati peringkat ke-4 dengan 8 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.
DPRD DIY ungkap irigasi rusak, petani kesulitan air, hingga alih fungsi lahan yang ancam ketahanan pangan.