27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, BANTUL— Malut United melontarkan protes keras terhadap keputusan wasit dalam laga melawan PSIM Jogja pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (10/5/2026) malam.
Kontroversi muncul menjelang akhir babak pertama ketika wasit meninjau tayangan VAR pada menit ke-45+12. Setelah melihat ulang insiden di kotak penalti Malut United, wasit memutuskan terjadi handball yang dilakukan pemain asing Malut United, Angulo Mosquera.
Keputusan itu berujung penalti untuk PSIM sekaligus kartu merah bagi Angulo. Penalti kemudian berhasil dieksekusi Ze Valente pada menit ke-45+13 dan membawa PSIM unggul 1-0 hingga turun minum.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengaku kecewa terhadap keputusan perangkat pertandingan, terutama terkait pemberian kartu merah kepada anak asuhnya. Menurut dia, timnya masih bisa menerima keputusan penalti, namun kartu merah dianggap berlebihan.
“Seperti yang sudah kita lihat pertandingan, saya juga bingung apa yang diambil decision sama oknum itu. Karena menurut saya, kalaupun itu penalti kita enggak akan komplain,” ujar Hendri usai pertandingan.
Hendri menyebut pihaknya mempertanyakan alasan di balik pemberian kartu merah tersebut. Ia juga menilai penjelasan dari perangkat pertandingan tidak masuk akal.
“Kenapa yang kita pertanyakan? Apa yang dapat kartu merah itu yang kita pertanyakan. Dan jawaban dari mereka tidak realistis menurut saya,” katanya.
Situasi semakin berat bagi Malut United karena harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit setelah kartu merah tersebut. Meski berada dalam tekanan, Hendri tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang dinilai tetap berjuang hingga akhir pertandingan.
“Bukan karena kekalahan, tapi apa pun juga saya salut dengan pemain-pemain saya. Dengan sembilan pemain, tetap kita fight sampai akhir. Saya respek buat pemain saya,” ucapnya.
PSIM Jogja akhirnya memastikan kemenangan 2-0 setelah Andy Irfan mencetak gol kedua pada menit ke-90+5. Di akhir pernyataannya, Hendri Susilo juga melontarkan sindiran terkait kepemimpinan wasit pada pertandingan tersebut.
“Mungkin cara itu, caranya seperti itu buat mengalahkan Malut. Saya pikir seperti itu,” tutupnya.
Kontroversi keputusan VAR dan kartu merah dalam pertandingan ini kembali memunculkan sorotan terhadap kualitas kepemimpinan wasit di kompetisi sepak bola Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.