Penimbun Pertalite di Temanggung Ditangkap, Ini Modusnya
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JAKARTA—Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) membantah kabar mengenai rencana penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim.
Turnamen yang akan digelar di Spanyol, Portugal, Maroko, serta sebagian pertandingan di Amerika Selatan itu dipastikan tetap menggunakan format 48 tim seperti edisi 2026.
Berdasarkan narasumber FIFA yang dikutip The Guardian pada Rabu menegaskan bahwasanya wacana penambahan jumlah peserta tidak mendapat dukungan dari Dewan FIFA.
BACA JUGA: Sinopsis Tukar Takdir
“Gianni (Infantino) tidak akan bisa meloloskan usulan itu di Dewan sekalipun dia menginginkannya. Mayoritas pandangan di meja – dan bukan hanya dari Eropa – adalah bahwa 64 tim akan merusak Piala Dunia. Akan ada terlalu banyak laga yang tidak kompetitif dan berisiko merusak model bisnis,” demikian laporan The Guardian.
Sebelumnya, rumor muncul usai pertemuan di Trump Tower yang menyebut FIFA tengah mempertimbangkan menambah peserta menjadi 64 tim, dengan konsekuensi bertambahnya jumlah grup dari 12 menjadi 16 serta lebih banyak laga digelar di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Saat ini terdapat 211 tim nasional yang diakui FIFA. Dengan format 64 tim, sekitar 30 persen dari total anggota akan ikut serta dalam Piala Dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kasus TBC di Kulonprogo meningkat. Dinkes dan PDPI gelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.