29 Juli: Mengenang Pahlawan TNI AU dan Hari Harimau Sedunia
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Sirkuit Mandalika. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi gravel Sirkuit Mandalika menjadi sorotan tajam setelah insiden tabrakan yang melibatkan Marc Marquez (Ducati Lenovo) dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) pada balapan MotoGP Mandalika 2025.
Alih-alih menyalahkan tabrakan, tiga pembalap top justru menilai kerikil di pinggir lintasan Mandalika yang berada di Lombok, NTB, tersebut adalah faktor utama yang memperparah cedera bahu kanan yang dialami Marquez. Akibat cedera ini, Marquez dipastikan absen dari dua seri selanjutnya, yaitu MotoGP Australia 2025 dan MotoGP Malaysia 2025.
Siapa saja pembalap yang mengkritik kondisi Sirkuit Mandalika tersebut? Berikut daftarnya:
1. Luca Marini: Kerikil Tidak Ditata dengan Baik
Pembalap dari Tim Honda HRC Castrol, Luca Marini, menyoroti bahwa kerikil Mandalika adalah biang keladi cedera serius. Adik tiri Valentino Rossi ini menilai insiden Marquez-Bezzecchi adalah kecelakaan biasa, namun diperparah oleh tatanan kerikil.
“Pada akhirnya terlihat seperti kecelakaan biasa, tetapi kemudian Marc dan Bezzecchi jatuh cukup keras dan terguling jauh karena kerikilnya tidak ditata dengan baik. Saya rasa cedera Marc terjadi justru karena benturan dengan kerikil,” ungkap Marini, dikutip dari Motosan.
2. Alex Marquez: Ada Batu Besar dan Tidak Ada Perbaikan
Alex Marquez, yang merupakan adik kandung Marc Marquez, mengecam keras lantaran tidak adanya perbaikan pada gravel Sirkuit Mandalika. Ia menyoroti keberadaan batu-batu besar yang sangat berbahaya bagi pembalap.
"Saya panik karena berada tepat di belakang mereka. Anda dapat melihat kerikilnya? Itu seperti bencana. Sangat kacau dan selalu begitu," kata Alex. Ia menambahkan, "Ada batu-batu besar, mustahil mereka tidak terluka. Saya tidak suka. Selain itu, ada perbedaan ketinggian antara aspal dan gravel," katanya dikutip dari Crash.
3. Joan Mir: Lebih Baik Diganti Aspal Saja
Rekan setim Marini di Honda, Joan Mir, menyarankan agar area run off yang kini diisi kerikil berbahaya lebih baik diganti dengan aspal. Mir menilai kondisi kerikil saat ini sangat mengancam keselamatan.
“Dari apa yang saya lihat, itu sangat berbahaya. Bukan hanya karena gundukan yang ditabrak Marquez, yang memungkinkan mematahkan tulang selangkanya, karena alasan ini. Begitu juga dengan Bezzecchi," jelas Mir.
Ia menyimpulkan, "Saya tidak begitu mengerti mengapa ada kerikil di sana. Karena jika hanya menempatkan aspal saja, maka itu akan jauh lebih aman bagi kami," ucapnya dikutip dari Crash.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
29 Juli: Hari Bakti TNI AU untuk mengenang tiga pahlawan udara, dan Hari Harimau Sedunia untuk konservasi spesies kunci. Simak sejarahnya!
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.