Gerbang Tol Trihanggo Hadir dengan Siluet Ikonik Ratu Boko
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman telah siap menatap laga berikutnya kontra Persipura pada Sabtu (1/11/2025) di Stadion Maguwoharjo setelah sebelum mengalami kekalahan melawan Persel. Sejumlah evaluasi dilakukan, di antaranya soal kolektivitas permain dan jarak pemain antar lini.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis menegaskan jika evaluasi telah dilakukan tim usai mengalami kekalahan di pekan ke-7 Pegadaian Championship 2025/2026. Dia bilang saat ini anak asuhnya siap bertempur untuk pertandingan selanjutnya.
"Kami sudah evaluasi kekalahan kami kemarin. Paling tidak banyak hal yang harus kami perbaiki. Tapi yang pasti, semua pemain untuk hari Sabtu sudah siap tempur," ujar Ansyari dikutip pada Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan timnya enggan berlarut dalam kekalahan. Pasalnya jika terlena, posisi puncak Super Elja saat ini bisa dikejar oleh tim-tim lainnya.
"Kalau kami larut dalam kekalahan, poin kami nanti akan dikejar sama tim lain. Jadi, kami berharap seluruh pemain siap untuk pertandingan melawan Persipura dan siap juga untuk bisa kembali ke trek semula," katanya.
Diakui Ansyari, baik pemain termasuk tim pelatih juga kecewa akan hasil yang diraih pekan lalu. Tapi pada kompetisi yang terus bergulir, PSS kata dia tidak bisa terpaku pada hasil satu pertandingan saja.
"Kami harus move on, kami harus bisa lebih bagus lagi di pertandingan lawan Persipura," ujarnya.
"Artinya, pemain sudah melupakan kekalahan kemarin dan mereka juga punya komitmen untuk bisa kembali ke apa namanya, trek permainan yang terbaik," ucapnya.
Soal sorotan di lini tengah, Ansyari tak menampik jika area tersebut harus menjalani perbaikan. Selain tidak bermain kolektif, dia juga menilai jarak antar pemain yang cukup jauh saat laga kontra Persela.
"Kami harus perbaiki, karena kelihatannya mereka tidak bermain dengan kolektif. Jadi, jaraknya terlampau jauh dan tidak memberikan tekanan kepada tim lawan. Sehingga banyak area-area kosong kita yang bisa dimanfaatkan tim lawan," ungkapnya.
"Ke depan, semua pemain sudah punya komitmen untuk bermain kolektif," katanya.
Dari aspek pemain, pria yang disapa Uwak itu mengatakan jika kondisi Jajang Mulyana sudah bisa dimainkan. Akan tetapi keputusan dimainkan atau tidaknya pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut masih menunggu perkembangan terakhir jelang laga.
"Kalau Jajang sudah siap, cuma kami lihat tinggal beberapa hari lagi kesiapan dia. Apakah dia bisa langsung bisa bermain atau mungkin masuk lineup, itu nanti kami lihat ke depannya," ujarnya.
Selain Jajang yang sudah sembuh dari cedera, Ansyari menegaskan para pemain PSS Sleman lainnya dalam kondisi baik dan tidak ada pemain yang mengalami cedera saat ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.