Jangan Abaikan Ban Gundul, Ancam Keselamatan di Jalan
Ban gundul bukan hanya soal potensi pelanggaran lalu lintas. Kondisi ban yang aus dapat meningkatkan risiko tergelincir, memperpanjang jarak pengereman, hingga
Francesco Bagnaia / Reuters- John Nazca
Harianjogja.com, JOGJA—Francesco Bagnaia merespons secara dewasa insiden kehabisan bahan bakar di kualifikasi MotoGP Valencia 2025 dan siap menghadapi tantangan start dari P16.
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, harus menghadapi nasib sial pada sesi Kualifikasi MotoGP Valencia 2025. Motornya kehabisan bahan bakar di tengah sesi, yang berakibat langsung pada kegagalannya untuk lolos dari Kualifikasi 1 (Q1).
Akibat insiden ini, "Pecco" – panggilan akrab Bagnaia – terpaksa harus memulai balapan dari posisi yang sulit, yaitu grid ke-16.
Yang mengejutkan, Bagnaia tidak menunjukkan kekecewaan atau menyalahkan timnya atas kesalahan perhitungan teknis tersebut. Sebaliknya, ia merespons dengan lapang dada dan kebijaksanaan yang mencerminkan mental seorang juara.
“Tahun lalu saya crash di Barcelona saat saya sedang memimpin, dan saya membuat tim kehilangan gelar juara dunia. Jadi, semua orang bisa membuat kesalahan—kesalahan saya bahkan lebih buruk,” ujar Bagnaia, seperti dikutip dari Crash.
Ia menambahkan, “Di kualifikasi, saya memulai dengan tidak fantastis tetapi pada percobaan kedua saya kehabisan bahan bakar. Jadi, ini sesuatu yang bisa terjadi karena semua orang bisa membuat kesalahan: saya membuat kesalahan, tim juga bisa membuat kesalahan, itu normal, itu bagian dari pekerjaan. Jadi, hal seperti ini bisa saja terjadi.”
Bagnaia mengakui bahwa insiden ini terasa lebih berat karena situasi musim yang sudah penuh tantangan. “Pada momen seperti ini, semuanya terlihat lebih buruk karena situasi dan musim ini memang sudah cukup berat, jadi tampak lebih buruk, tetapi ya beginilah adanya,” lanjutnya.
Bagnaia secara realistis mengakui bahwa start dari posisi 16 akan menjadi tantangan yang sangat besar, terutama di Sirkuit Ricardo Tormo yang dikenal sulit untuk menyalip.
“Kemudian, start dari posisi 16 di trek seperti ini yang sulit menyalip—jika Anda ingin menyalip, Anda akan crash atau bersenggolan, jadi sangat sulit,” sambung Bagnaia.
Kekhawatirannya terbukti dalam balapan sprint sehari sebelumnya, di mana ia hanya finis di posisi 14. Ia menjelaskan bahwa untuk bisa naik posisi, seorang pembalap harus memiliki kecepatan yang jauh lebih unggul.
“Anda harus jauh lebih kuat dan lebih cepat dari para pembalap di depan, dan jika Anda melihat kecepatannya, saya punya pace yang mirip Fabio (Quartararo) yang finis ketujuh. Jadi sulit membayangkan hasil yang berbeda jika Anda tidak jauh lebih cepat daripada pembalap di depan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ban gundul bukan hanya soal potensi pelanggaran lalu lintas. Kondisi ban yang aus dapat meningkatkan risiko tergelincir, memperpanjang jarak pengereman, hingga
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).