DIY Larang Perdagangan Anjing hingga Kelelawar untuk Pangan
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Pemain PSIM Jogja, Nermin Haljeta saat ditemui di Wisma PSIM, Baciro, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja akhirnya berpeluang menggelar laga malam di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul setelah manajemen merampungkan perbaikan lampu stadion. Laskar Mataram dijadwalkan menjamu PSBS Biak pada Selasa (30/12/2025) pukul 19.00 WIB, yang sekaligus menjadi laga kandang malam pertama mereka pada musim ini.
Selama ini PSIM selalu bermain pada sore hari karena pencahayaan SSA belum memenuhi standar untuk pertandingan malam. Penyempurnaan lampu stadion pun disambut gembira para penggawa Laskar Mataram.
Striker PSIM, Nermin Haljeta, mengaku antusias menyambut peluang tampil malam hari di kandang sendiri. Ia menilai kondisi malam hari bisa memberi keuntungan tersendiri.
“Saya pikir akan bagus bermain malam. Jika manajemen berhasil memperbaiki lampu, saya pikir main malam di kandang akan bagus. Mungkin juga akan lebih nyaman untuk bermain karena cuaca yang lebih bersahabat,” ujar Nermin saat ditemui di Wisma PSIM, belum lama ini.
Selain cuaca, Nermin menilai pertandingan malam dapat meningkatkan dukungan dari tribune. Ia berharap jumlah penonton akan lebih besar pada jam pertandingan malam.
“Selain itu juga faktor penggemar, saya pikir akan ada lebih banyak fans yang datang karena main malam. Akan hebat kalau stadion bisa penuh dari suporter kita,” katanya.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, sebelumnya menegaskan peningkatan kualitas lampu stadion menjadi prioritas klub untuk mengakomodasi kebutuhan pertandingan malam, termasuk laga-laga penting pada periode mendatang.
“Intinya kita mengupayakan perbaikan lampu karena akan ada banyak laga yang akan dimainkan malam. Terutama nanti pas bulan puasa. Nggak mungkin kita bulan puasa main sore,” tandasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.