Anggaran DIY Tertekan, Sultan HB X Fokuskan Program yang Berdampak Besar
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Pemain PSIM Jogja, Nermin Haljeta saat ditemui di Wisma PSIM, Baciro, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja akhirnya berpeluang menggelar laga malam di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul setelah manajemen merampungkan perbaikan lampu stadion. Laskar Mataram dijadwalkan menjamu PSBS Biak pada Selasa (30/12/2025) pukul 19.00 WIB, yang sekaligus menjadi laga kandang malam pertama mereka pada musim ini.
Selama ini PSIM selalu bermain pada sore hari karena pencahayaan SSA belum memenuhi standar untuk pertandingan malam. Penyempurnaan lampu stadion pun disambut gembira para penggawa Laskar Mataram.
Striker PSIM, Nermin Haljeta, mengaku antusias menyambut peluang tampil malam hari di kandang sendiri. Ia menilai kondisi malam hari bisa memberi keuntungan tersendiri.
“Saya pikir akan bagus bermain malam. Jika manajemen berhasil memperbaiki lampu, saya pikir main malam di kandang akan bagus. Mungkin juga akan lebih nyaman untuk bermain karena cuaca yang lebih bersahabat,” ujar Nermin saat ditemui di Wisma PSIM, belum lama ini.
Selain cuaca, Nermin menilai pertandingan malam dapat meningkatkan dukungan dari tribune. Ia berharap jumlah penonton akan lebih besar pada jam pertandingan malam.
“Selain itu juga faktor penggemar, saya pikir akan ada lebih banyak fans yang datang karena main malam. Akan hebat kalau stadion bisa penuh dari suporter kita,” katanya.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, sebelumnya menegaskan peningkatan kualitas lampu stadion menjadi prioritas klub untuk mengakomodasi kebutuhan pertandingan malam, termasuk laga-laga penting pada periode mendatang.
“Intinya kita mengupayakan perbaikan lampu karena akan ada banyak laga yang akan dimainkan malam. Terutama nanti pas bulan puasa. Nggak mungkin kita bulan puasa main sore,” tandasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan transfer DIY dalam RAPBD Perubahan 2026 turun Rp583,77 miliar. Sultan HB X menegaskan program berdampak besar tetap menjadi prioritas.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.