Anggaran Jalan Kunduran-Blora Dipangkas, Perbaikan Disesuaikan
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, SURABAYA—Pelatih sementara Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, mengingatkan pemainnya agar tidak meremehkan Persijap Jepara meski berada di papan bawah klasemen menjelang laga tunda Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (28/12/2025).
“Tim pelatih telah melakukan evaluasi seusai laga terakhir melawan Borneo FC sebagai bagian dari persiapan menghadapi Persijap. Yang terpenting saya ingatkan kepada semua pemain jangan sampai meremehkan Persijap,” kata Uston saat konferensi pers di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (27/12/2026).
Meski secara statistik Persebaya lebih unggul, pelatih yang telah mengantongi lisensi AFC Pro itu tetap meminta anak asuhnya bermain disiplin dan tampil maksimal sepanjang pertandingan. Ia menilai sikap meremehkan lawan justru dapat menjadi bumerang bagi tim berjuluk Bajol Ijo tersebut.
Oleh karena itu, Uston menegaskan kemenangan menjadi target mutlak bagi Persebaya demi menjaga momentum positif tim di Super League 2025/2026.
“Kami wajib bermain maksimal dan meraih tiga poin, itu harga mati,” ucapnya.
Terkait perannya dalam mendampingi tim di lapangan, Uston menjelaskan manajemen masih mempercayakan tugas kepelatihan kepada jajaran staf yang ada, mengingat pelatih kepala Bernardo Tavares belum bergabung bersama tim.
Sementara itu, pemain Persebaya Rachmat Irianto mengakui hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir membuat para pemain merasa kecewa dengan performa tim.
“Saya sebagai pemain sedikit malu karena banyak peluang yang terbuang dan kami juga banyak kebobolan,” katanya.
Rachmat Irianto menilai laga melawan Persijap Jepara menjadi momentum penting bagi Persebaya untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan di Super League 2025/2026.
Pemain yang akrab disapa Rian itu juga mengingatkan seluruh rekan setim agar tetap mewaspadai kekuatan Persijap, meskipun secara posisi klasemen berada di papan bawah.
“Kalau Persebaya menganggap remeh, itu akan menjadi bumerang untuk kami sendiri,” katanya.
Menurut dia, seluruh pemain Persijap harus diantisipasi secara serius agar Persebaya mampu mengamankan hasil maksimal pada laga tunda Super League 2025/2026 tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.