PSS Sleman Tak Libur, Pieter Huistra Genjot Fisik Pemain
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman sukses meredam kekuatan baru PSIS Semarang yang tampil dengan banyak rekrutan anyar pada pekan ke-15 Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (10/1/2026). Meski mendapat perlawanan ketat, Super Elja mampu mengamankan kemenangan dan mempertahankan tren positif di kandang.
Kemenangan PSS atas PSIS ini menjadi ujian perdana bagi skuad Mahesa Jenar yang mengalami perombakan besar pada putaran kedua kompetisi. Kehadiran pemain-pemain berpengalaman Liga Indonesia hingga talenta muda membuat PSIS tampil berbeda dibandingkan pertemuan putaran pertama.
Sebagai tim pertama yang menghadapi komposisi anyar PSIS Semarang, PSS Sleman mengandalkan fokus permainan sendiri tanpa banyak referensi taktik lawan. Pendekatan tersebut terbukti efektif dan berbuah tiga poin penting di kandang.
Asisten Pelatih PSS Sleman Gilang Ramadhan mengakui adanya perbedaan signifikan dalam komposisi pemain PSIS Semarang pada putaran kedua. Menurutnya, belasan pemain baru membuat karakter permainan PSIS berubah dibandingkan yang dihadapi PSS sebelumnya.
“Ya memang di putaran kedua ini beda dengan tim PSIS yang di putaran pertama. Memang banyak pemain yang baru dari sana,” ujar Gilang dalam Post Match Press Conference, Sabtu (10/1/2026).
Dalam laga tersebut, PSIS langsung menurunkan tujuh pemain baru sebagai starter. Tiga nama berpengalaman seperti Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, dan Otavio Dutra langsung dipercaya tampil sejak menit awal. Selain itu, Tegar Infantrie, Ocvian Chanigio, serta dua pemain muda Muhammad Alwi dan Rangga Sumarna juga masuk dalam sebelas pertama.
Gilang mengungkapkan, minimnya referensi permainan PSIS dengan komposisi baru membuat Super Elja lebih menitikberatkan persiapan pada internal tim, termasuk evaluasi dari hasil pertandingan sebelumnya.
“Kami fokus ke permainan tim kami dulu. Walaupun ada analisis lawan, kami masih samar-samar karena belum melihat mereka bermain bersama. Jadi kami menerka-nerka saja, dan Alhamdulillah pemain bisa mengatasinya,” ujarnya.
Berbeda dengan PSIS, PSS Sleman hanya memasukkan satu pemain anyar dalam daftar susunan pemain, yakni Figo Dennis, yang belum diturunkan pada laga tersebut.
Kemenangan atas PSIS Semarang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada Pegadaian Championship 2025/2026 sekaligus mengukuhkan posisi Super Elja di papan atas klasemen dan menjaga persaingan menuju promosi Liga 1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Memasuki usia 270 tahun, Kota Jogja perlu menjaga karakter, budaya, dan kesahajaan masyarakat sebagai identitas di tengah perkembangan dan modernisasi kota.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Syahganda Nainggolan mengklarifikasi video lama yang kembali beredar dan menegaskan rekaman dibuat sebelum dirinya masuk pemerintahan.
Kapolri Suyudi Ario Seto langsung melakukan mutasi 88 personel setelah dilantik. Sebanyak 23 Pati juga bergeser dan sejumlah Kapolda berganti.
KemenPPPA menegaskan anak terduga pelaku dan anak saksi dalam kasus perundungan hingga tewas di Pemalang tetap harus mendapat perlindungan.