Starting XI Final Championship PSS vs Garudayaksa: Riko-Andik Starter
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis dalam Pre Match Press Conference pada Jumat (23/1/2026). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Laga tandang ke Stadion Lucas Enembe, Jayapura, menjadi ujian krusial bagi PSS Sleman yang membidik hasil maksimal pada pekan ke-17 Pegadaian Championship, dengan sorotan tertuju pada kekuatan Persipura yang tengah menunjukkan performa menanjak.
Skuad Super Elja bertolak dari Sleman dengan persiapan matang, termasuk membawa 21 pemain pilihan dan berangkat lebih awal ke Papua guna memastikan proses adaptasi serta pemulihan kondisi fisik berjalan optimal sebelum menghadapi tekanan laga tandang.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai pertemuan melawan Persipura sebagai pertandingan besar yang membutuhkan fokus penuh. Menurutnya, sejauh ini persiapan tim berjalan sesuai rencana untuk merespons kekuatan lawan yang memiliki pengalaman dan kualitas individu mumpuni.
“Karena ini pertandingan yang saya kira ini big match ya, pertandingan besar. Jadi kita juga bersiapnya, persiapan kami cukup bagus,” ujar Ansyari pada Jumat (23/1/2026).
Ia mengakui perjalanan panjang menuju Jayapura menjadi tantangan tersendiri bagi tim, terutama dari sisi pemulihan kondisi pemain. Namun, situasi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar dalam kompetisi, sehingga PSS memilih datang lebih awal untuk memaksimalkan proses adaptasi.
“Cuma ya agak sedikit kendala mungkin karena perjalanan jauh mungkin recovery-nya itu. Saya kira itu hal yang wajar. Tetapi makanya kita jauh-jauh hari datang ke Papua supaya kita proses adaptasi juga lebih bagus,” imbuhnya.
Ansyari menyadari betul kekuatan Persipura saat ini, terutama jika melihat tren performa tim tuan rumah yang belum terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir. Selain itu, posisi Persipura di klasemen hanya terpaut satu poin dari PSS Sleman, sehingga laga ini dipastikan berpengaruh langsung terhadap persaingan papan klasemen.
“Saya kira kita tahu ya, Persipura tren ini cukup menanjak, karena dari beberapa pertandingan dia dapat memenangkan pertandingan dan sekarang ada di posisi di bawah kita tapi beda selisih satu poin,” tuturnya.
Dalam menyusun strategi menghadapi Persipura, Ansyari menegaskan bahwa timnya tidak hanya berfokus pada satu atau dua pemain kunci lawan. Ia menilai kekuatan Persipura terletak pada kolektivitas tim, baik di lini depan maupun pertahanan.
“Artinya semua pemain Persipura punya kelebihan, punya apa namanya permainan yang bagus. Jadi kami tidak ada mengantisipasi satu-dua pemain. Saya kira pemain Persipura terutama di depannya cukup punya kualitas, juga di belakangnya. Jadi kita harap seluruh pemain fokus, bekerja keras, karena kita tahu hasil pertandingan ini menentukan posisi kita masing-masing,” katanya.
Sementara itu, gelandang PSS Sleman, Dominikus Dion, menyampaikan bahwa seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan datang ke Jayapura dengan target meraih poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen Pegadaian Championship.
“Dari tim dan pemain sudah siap, dan kami jauh-jauh ke sini untuk mendapatkan tiga poin,” tegas Dominikus Dion, seiring optimisme skuad Super Elja menghadapi duel big match melawan Persipura di kandang lawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman dan Garudayaksa FC menurunkan kekuatan terbaik pada final Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.