Anggaran Jalan Kunduran-Blora Dipangkas, Perbaikan Disesuaikan
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto. - Antara
Harianjogja.com, TANGERANG—Timnas U-17 Indonesia menunjukkan progres mental saat menghadapi China U-17 dalam dua laga uji coba di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang. Pelatih Nova Arianto menegaskan pentingnya kekuatan mental, keberanian duel, dan tambahan jam terbang internasional jelang Piala AFF U-17 dan Piala Asia U-17.
Pada laga uji coba kedua, Rabu, Timnas U-17 takluk 2-3 dari China U-17. Hasil ini lebih kompetitif dibanding pertemuan pertama pada Minggu (8/2/2026) di venue yang sama, ketika Garuda Muda kalah 0-7.
"Hari ini kita melihat wajah pertandingan yang berbeda ya. Karena di sebelumnya kita. Kita tahu kita kalah 7-0. Dan hari ini, saya bersyukur, sekali lagi walaupun hasilnya masih belum sesuai dengan harapan kita, tetapi saya melihat pemain berubah secara mental," kata Nova pada jumpa pers setelah pertandingan.
"Karena menurut saya itu hal yang penting. Karena di saat mereka tidak mempunyai mental yang kuat, ya pastinya kita akan sulit menghadapi tim sekelas China. Tapi saya senang hari ini semua pemain bekerja sama sangat luar biasa, bermain disiplin sesuai dengan instruksi, dan itu yang harus mereka bawa nantinya."
"Karena mereka ke depan akan ada di Piala AFF dan Piala Asia. Dan harapannya, menjadi tradisi kita lolos Piala Dunia bisa tetap berjalan," lanjutnya.
Nova menilai para pemain tampil lebih percaya diri dan disiplin dibanding laga pertama. Ia juga melihat keberanian dalam duel fisik meningkat, yang sebelumnya menjadi kelemahan saat menghadapi pemain China.
“Saya melihat hari ini pemain jauh lebih berani. Di pertandingan pertama banyak pemain jatuh saat main body dengan pemain China, sekarang mereka lebih siap,” katanya.
Selain mental dan duel fisik, Nova Arianto menyoroti minimnya jam terbang internasional Timnas U-17 Indonesia. Ia menyebut sebagian besar pemain masih terbiasa tampil di kompetisi domestik seperti Elite Pro Academy (EPA), sehingga membutuhkan adaptasi menghadapi lawan dengan level lebih tinggi.
Menurut Nova, timnas U-17 harus mendapatkan lebih banyak laga uji coba internasional sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen besar.
“Kita berharap pemain bisa mendapatkan jam terbang internasional. Dulu sebelum Piala Asia (U-17) dan Piala Dunia (U-17), tim bisa menjalani sekitar 17 pertandingan uji coba. Itu yang membuat pemain lebih siap,” ujarnya.
Kekalahan telak 0-7 pada laga pertama juga tidak ditutup-tutupi dan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi tim pelatih. Aspek disiplin bertahan, keberanian duel, serta kepercayaan diri pemain menjadi fokus pembenahan Timnas U-17 Indonesia.
“Kekalahan itu jadi pelajaran besar buat kami. Dari situ kita evaluasi soal disiplin bertahan, keberanian duel, dan kepercayaan diri pemain,” kata Nova.
Dua laga uji coba melawan China U-17 tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi Timnas U-17 Indonesia dalam menghadapi agenda internasional selanjutnya, termasuk Piala AFF U-17 dan Piala Asia U-17, dengan target menjaga tradisi lolos ke Piala Dunia kelompok usia.
“Semoga semua pemain bisa belajar dari dua pertandingan ini dan membawa pengalaman itu ke depan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.