Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Potret pemain PSS Sleman saat berduel dengan pemain Persipura pada Sabtu (21/2/2026) di Stadion Maguwoharjo./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman resmi memuncaki klasemen usai mengalahkan Persipura Jayapura pada Sabtu (21/2/2026). Kemenangan krusial ini membuat Super Elja mengudeta posisi puncak sekaligus mempertegas performa impresif mereka di laga penting tersebut.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai kemenangan itu lahir dari kerja kolektif seluruh pemain yang tampil disiplin menjalankan instruksi taktik sepanjang pertandingan.
"Yang pasti ini kemenangan yang sangat luar biasa ya, ditampilkan oleh seluruh pemain, baik pemain yang sebelas dan juga pemain pengganti," kata Ansyari pada Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, strategi yang disiapkan saat latihan mampu diterapkan dengan baik di lapangan. Para pemain dinilai berhasil mengontrol permainan dan meredam kekuatan lawan.
"Mereka bisa meredam permainan Persipura. Artinya seluruh pemain bisa melakukan pekerjaannya, tugasnya dengan sangat baik. Jadi apresiasi yang setinggi-tingginya buat pemain, dan ini bisa membuat kita naik di posisi puncak," tegasnya.
Meski sukses meraih tiga poin dan menggeser Persipura Jayapura dari posisi teratas, Ansyari menegaskan hasil tersebut bukan akhir dari perjuangan musim ini. Ia meminta para penggawa Super Elja tetap menjaga fokus dan tidak terlena.
"Ini bukan akhir dari segalanya, karena pertandingan masih banyak. Jadi kita minta kepada seluruh pemain tetap rendah hati, tetap berjuang," tegasnya.
Di kubu lawan, Pelatih Kepala Persipura, Rahmad Darmawan, menyampaikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah berupaya tampil agresif sejak awal laga. Menurutnya, tim sempat mencoba mengambil inisiatif serangan dan menerapkan garis pertahanan tinggi.
"Secara keseluruhan, kita mencoba mengambil inisiatif tadi di babak awal, dan kita mencoba untuk bermain tinggi, pertahanan kita yang tinggi. Dalam beberapa momen kita mampu mematahkan [serangan lawan] dan dalam build-up kita sebetulnya beberapa kali sukses," ujarnya.
Namun, Rahmad mengakui timnya kurang konsisten menjaga jarak antar lini. Celah tersebut dinilai menjadi titik lemah yang dimanfaatkan PSS.
"Memang hari ini kita kurang bisa menjaga konsistensi jarak antar lini, sehingga beberapa kali, beberapa momen tadi, praktis ketika second ball, mereka [lawan] dengan mudah menguasai zona di tengah. Jadi secara keseluruhan, memang akhirnya kita bisa mulai terbongkar di akhir-akhir babak pertama," tegasnya. Evaluasi tersebut akan menjadi perhatian tim pelatih Persipura dalam menatap laga berikutnya agar persaingan papan atas tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.