Kajian Awal Mandala Krida Beres, DPRD DIY Dorong DED Masuk APBD 2027
Pergeseran anggaran uji tanah Stadion Mandala Krida rampung. DPRD DIY mendorong penyusunan DED dianggarkan pada 2027 sebagai tahapan renovasi stadion.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja menghadapi tantangan berat jelang laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC setelah performa lawan disebut jauh lebih berbahaya dibanding pertemuan sebelumnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius tim pelatih di tengah situasi skuad yang belum sepenuhnya ideal.
Perubahan kekuatan lawan ini membuat PSIM Jogja harus menyiapkan strategi berbeda agar tetap mampu bersaing dan mencuri poin.
Bagi suporter Laskar Mataram, laga ini menjadi ujian penting karena PSIM Jogja tidak hanya menghadapi lawan yang sedang naik daun, tetapi juga harus mengatasi keterbatasan pemain.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menilai Bhayangkara mengalami peningkatan signifikan, terutama di putaran kedua kompetisi.
“Bhayangkara menunjukkan performa yang impresif di putaran kedua ini. Jadi, ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat kita bertemu di Jogja dulu,” ujarnya saat jumpa pers, Kamis (16/4/2026).
Ia menyoroti lini depan lawan sebagai kekuatan utama yang dapat menjadi pembeda dalam pertandingan.
“Jika Anda melihat tiga penyerang mereka, mereka sangat berbahaya karena unggul secara fisik, memiliki kecepatan, dan transisi yang bagus. Kita harus sangat waspada saat menguasai bola agar tidak melakukan kesalahan,” katanya.
PSIM dijadwalkan bertandang ke Lampung pada Jumat (17/4/2026) dengan kondisi skuad yang tidak sepenuhnya lengkap.
Dua pemain belakang andalan, Franco Ramos Mingo dan Yusaku Yamadera, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.
Selain itu, beberapa pemain masih dibayangi cedera, termasuk Anton Fase yang dalam proses pemulihan, serta Rahmatsho dan Abiyoso yang belum pasti tampil.
“Memang benar kami kehilangan dua pemain karena akumulasi kartu, dan kami juga kehilangan dua atau tiga pemain karena cedera. Namun di sisi lain, tim saya tahu apa yang harus dilakukan,” ucapnya.
Situasi ini membuka peluang bagi pemain pelapis untuk menunjukkan kemampuan mereka di laga krusial.
“Saya meminta para pemain yang jarang tampil untuk selalu siap kapan pun tim membutuhkan mereka. Besok adalah saat di mana tim sangat membutuhkan kontribusi mereka,” katanya.
Pada pertemuan sebelumnya di Yogyakarta, PSIM sempat meraih kemenangan tipis 1-0. Namun kondisi saat ini berbeda.
Bhayangkara kini berada di papan atas klasemen, sementara PSIM Jogja masih tertahan di posisi sembilan setelah mengalami tren kurang positif.
Kapten tim, Reva Adi Utama, memastikan tim tetap siap menghadapi tekanan tersebut.
“Persiapan kami sangat baik di minggu-minggu ini dengan intensitas yang tinggi. Saya berharap kami bisa memberikan yang terbaik dan mencuri poin semaksimal mungkin dari Lampung,” ucap Reva.
Dengan kondisi ini, laga tandang menjadi ujian nyata bagi PSIM untuk bangkit sekaligus menjaga peluang memperbaiki posisi di klasemen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pergeseran anggaran uji tanah Stadion Mandala Krida rampung. DPRD DIY mendorong penyusunan DED dianggarkan pada 2027 sebagai tahapan renovasi stadion.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.