Sharp Aquos Wish6, HP Entry-Level dengan AI Pendeteksi Penipuan
Sharp Aquos Wish6 resmi diperkenalkan, HP entry-level dengan AI pendeteksi panggilan penipuan, layar 120 Hz, baterai 5.000 mAh, kamera 50 MP. Rilis September 20
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Klub legendaris Leicester City dipastikan harus merosot ke kasta ketiga Liga Inggris atau League One musim depan. Kepastian pahit ini menyusul kegagalan total The Foxes untuk keluar dari zona merah Championship musim 2025-2026.
Nasib buruk Leicester terkunci seusai mereka tidak lagi mampu mengejar perolehan poin aman di papan klasemen. Hingga pekan ke-22, klub yang bermarkas di King Power Stadium ini tertahan di peringkat ke-23 dengan koleksi 42 poin. Dengan sisa dua pertandingan, poin maksimal yang bisa mereka raih hanya menyentuh angka 48.
Sementara itu, Blackburn Rovers yang menduduki batas aman di posisi ke-21 telah mengantongi 49 poin. Secara matematis, jarak tersebut sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh Leicester City. Bersama Leicester, Sheffield Wednesday juga telah dipastikan terlempar ke League One musim depan.
Kejatuhan Sang Mantan Juara Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi sejarah sepak bola Inggris. Leicester City pernah mencatatkan dongeng luar biasa dengan menjuarai Premier League pada musim 2015-2016. Namun, dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, kejayaan itu sirna dan mereka harus memulai kembali dari level yang jauh lebih rendah.
Eksodus para bintang menjadi salah satu faktor melemahnya kekuatan tim. Ikon klub, Jamie Vardy, telah hijrah ke klub Italia, US Cremonese. Nama-nama besar lain seperti Riyad Mahrez, N'Golo Kante, hingga Kasper Schmeichel pun sudah lama meninggalkan klub. Skuad yang tersisa seperti Hamza Choudhury, Harry Souttar, dan Patson Daka terbukti belum mampu mengangkat performa tim di kompetisi Championship yang sangat kompetitif.
Oxford United di Ujung Tanduk Di sisi lain, tekanan besar kini menghimpit Oxford United. Klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, tersebut tengah berada di posisi ke-22 dengan raihan 44 poin. Dengan dua laga tersisa, Oxford wajib menyapu bersih kemenangan jika ingin tetap bertahan. Namun, peluang mereka tetap tergolong tipis lantaran Blackburn Rovers hanya membutuhkan tambahan dua poin saja untuk mengamankan posisi mereka dari kejaran zona degradasi.
Musim 2025-2026 menjadi salah satu periode paling kelam bagi Leicester City sekaligus momen paling menentukan bagi masa depan Oxford United. Dua pertandingan pamungkas akan menjadi saksi apakah Oxford mampu melakukan keajaiban atau justru menyusul langkah Leicester turun kasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sharp Aquos Wish6 resmi diperkenalkan, HP entry-level dengan AI pendeteksi panggilan penipuan, layar 120 Hz, baterai 5.000 mAh, kamera 50 MP. Rilis September 20
Korban tewas penembakan di Debsirin Nonthaburi School, Thailand, bertambah menjadi 9 orang. Sebanyak 7 korban masih kritis.
Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi memperkuat tridarma, inovasi, dan kolaborasi industri agar lulusan siap menghadapi dunia kerja.
Zulhas mendorong teknologi pirolisis sebagai pelengkap PSEL yang diperkirakan baru menangani 22 persen timbulan sampah nasional.
X mengganti program Revenue Sharing dengan Original Content Rewards mulai 8 September 2026 dan memperketat syarat monetisasi kreator.
Harga emas Antam di Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026, naik Rp42.000 menjadi Rp2.798.000 per gram.