Pengiriman Chip HP Turun 15 Persen, Qualcomm & MediaTek Tersungkur
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Italia menegaskan sikap tegas terkait wacana keikutsertaan di Piala Dunia 2026 melalui jalur nonkompetitif. Alih-alih menerima peluang tersebut, otoritas olahraga Italia justru menolak mentah-mentah usulan yang dinilai mencederai prinsip sportivitas.
Penolakan ini muncul setelah adanya wacana agar Italia menggantikan Iran jika terjadi perubahan peserta turnamen. Usulan tersebut dilontarkan oleh Paolo Zampolli yang mengaku telah menyampaikan ide itu kepada Donald Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Namun respons dari Italia justru berseberangan. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menegaskan bahwa tiket Piala Dunia hanya layak diperoleh melalui hasil pertandingan di lapangan.
“Itu tidak pantas. Anda harus lolos melalui pertandingan di lapangan,” ujarnya, dikutip dari Football Italia, Jumat (24/4/2026).
Sikap serupa disampaikan Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio. Ia menilai gagasan tersebut tidak hanya tidak realistis, tetapi juga menyinggung prinsip dasar kompetisi olahraga.
“Saya akan merasa tersinggung. Anda harus pantas untuk pergi ke Piala Dunia,” katanya.
Wacana ini mencuat setelah kegagalan Italia lolos ke putaran final. Mereka finis di bawah Norwegia pada fase grup kualifikasi, lalu tersingkir lewat adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina di babak play-off. Hasil ini membuat Italia kembali absen, memperpanjang catatan buruk di ajang Piala Dunia.
Hingga kini, FIFA belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kemungkinan penggantian Iran. Isu boikot terhadap Iran sempat mencuat karena alasan politik, namun belum ada keputusan final. Yang jelas, Italia sendiri telah menyatakan sikap: mereka tidak butuh kursi gratis.
Penolakan dari dua pejabat tinggi olahraga Italia ini menunjukkan bahwa prinsip fair play masih dijunjung tinggi. Bagi Italia, harga diri dan sportivitas jauh lebih berharga daripada sekadar ikut serta di panggung dunia. Sementara,sikap tegas tersebut justru mendapat apresiasi dari komunitas sepak bola internasional. Banyak pihak menilai keputusan Italia menjadi contoh bahwa nilai sportivitas tetap harus dijaga, bahkan dalam situasi yang menguntungkan sekalipun.
Bagi Italia, tampil di Piala Dunia bukan sekadar soal hadir di panggung besar, tetapi tentang bagaimana tiket itu diraih. Tanpa melalui perjuangan di lapangan, keikutsertaan dinilai kehilangan makna. Sedangkan bagi para penggemar Azzurri mungkin kecewa, keputusan ini justru mendapat apresiasi luas dari komunitas sepak bola internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.