Cegah Kekerasan Seksual, Sekolah Jogja Diminta Lebih Proaktifs
Sekolah di Kota Jogja diminta memperkuat pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan siswa melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel. - Harian Jogja/Ariq Fajar
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja berupaya keluar dari tren negatif saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (30/4/2026) sore. Laga ini menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram untuk menghentikan rentetan hasil tanpa kemenangan dalam enam pertandingan terakhir.
Dalam periode tersebut, PSIM Jogja meraih tiga hasil imbang dan tiga kekalahan. Kondisi ini membuat posisi mereka melorot ke peringkat ke-10 klasemen sementara Super League dengan koleksi 39 poin.
Di sisi lain, Persita Tangerang juga datang dalam kondisi kurang stabil. Tim tamu menempati posisi ke-9 dengan 41 poin, namun tengah mengalami empat kekalahan beruntun dengan skor identik 1-0, termasuk saat takluk dari Bali United di laga terakhir.
Pertemuan pertama musim ini menjadi catatan buruk bagi PSIM Jogjasetelah kalah telak 0-4 di Tangerang. Hasil tersebut menjadi motivasi tambahan bagi tim tuan rumah untuk membalas kekalahan saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Evaluasi Detail Permainan
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menilai timnya tidak tampil buruk meski hasil belum memuaskan. Menurutnya, perbedaan utama hanya terletak pada hasil akhir pertandingan.
“Saya rasa saya tidak perlu memotivasi mereka secara berlebihan karena motivasi para pemain sudah sangat baik. Perbedaan mencolok antara putaran pertama dan kedua hanyalah di hasil akhir,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kekalahan yang dialami timnya sering terjadi dengan selisih tipis, yang menunjukkan adanya persoalan detail di lapangan.
“Skor pertandingan kami selalu tipis, jadi ini masalah detail. Salah satu kelemahan kami adalah bola mati, dan kami sedang bekerja keras memperbaikinya meskipun sulit,” katanya.
Target Hampir Tercapai, Tapi Belum Puas
Van Gastel menegaskan bahwa timnya hampir mencapai target utama musim ini, yakni menghindari degradasi. Namun, ia berharap PSIM Jogja dapat meraih hasil yang lebih baik di sisa pertandingan.
“Kami tidak puas dengan kekalahan di pertandingan yang seharusnya tidak kalah jika melihat cara kami bermain. Target utama kami adalah menghindari degradasi dan kami hampir mencapainya, tapi saya berharap lebih dari itu,” ucapnya.
Optimisme Pemain Jelang Laga
Gelandang PSIM Jogja, Muhammad Iqbal, memastikan tim telah melakukan persiapan maksimal menjelang pertandingan. Ia berharap kerja keras selama latihan dapat berbuah tiga poin di laga kandang ini.
“Kita di latihan sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Semoga di pertandingan besok kita bisa dapat tiga poin,” ujarnya.
Laga ini menjadi penting bagi kedua tim yang sama-sama tengah berusaha keluar dari tren buruk. Dengan selisih poin yang tipis di klasemen, hasil pertandingan berpotensi mengubah posisi kedua tim sekaligus menjaga jarak dari zona bawah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah di Kota Jogja diminta memperkuat pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan siswa melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.
Vilmei berencana resign sebagai content creator dan bekerja dari nol untuk mengumpulkan Rp100 juta pertama setelah kasus uang Rp1,2 miliar.
Suzuki mengembangkan mesin 1.2 turbo 126 hp dan 230 Nm yang kompatibel E100, CNG, CBG serta disiapkan bersama teknologi hybrid.