PSIM Jogja Masih Punya PR, Van Gastel Soroti Low Block

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Senin, 07 September 2026 18:37 WIB
PSIM Jogja Masih Punya PR, Van Gastel Soroti Low Block

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja masih membawa satu pekerjaan rumah dari musim lalu ke kompetisi Super League 2026/2027. Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menyoroti kesulitan timnya ketika harus membongkar pertahanan lawan yang bermain dengan pola low block.

Persoalan tersebut terutama muncul saat Laskar Mataram harus menciptakan peluang di sepertiga akhir lapangan. Pertahanan rapat membuat PSIM kesulitan menemukan ruang untuk menyelesaikan serangan.

PSIM menghadapi tantangan tersebut pada musim pertamanya kembali ke kasta tertinggi setelah 18 tahun berkompetisi di Liga 2. Saat itu, menurut Van Gastel, target utama tim bukanlah tampil sempurna, melainkan memastikan PSIM mampu bertahan di Super League.

"Musim lalu kita memang memiliki kendala pada penyelesaian akhir di sepertiga lapangan lawan. Namun, seperti yang pernah dikatakan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit untuk membongkar tim yang menerapkan taktik low block," kata Van Gastel, Senin (7/9/2026).

Van Gastel menilai kesulitan menghadapi tim yang bertahan total bukan persoalan yang hanya dialami PSIM. Bahkan, klub besar Eropa seperti Liverpool juga dapat menghadapi masalah serupa ketika lawan memilih bermain dengan blok rendah.

"Jika klub sekelas Liverpool saja mengalami kesulitan tersebut, tentu hal yang sama berlaku bagi PSIM. Tentu setiap tim punya kelebihan dan kekurangan," ujarnya.

Menurut Van Gastel, setiap pendekatan permainan memiliki konsekuensi. PSIM yang mengandalkan tekanan agresif juga harus menghadapi risiko terbukanya ruang di lini pertahanan.

Tekanan Agresif Punya Konsekuensi

Gaya bermain dengan tekanan tinggi membuat garis pertahanan PSIM lebih terbuka ketika lawan berhasil melewati tekanan. Kondisi tersebut membuat tim memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga keseimbangan antara agresivitas dan pertahanan.

"Dari segi pertahanan, saat kita menerapkan tekanan yang agresif, garis pertahanan belakang kita menjadi lebih terbuka sehingga lebih sulit untuk bertahan. Namun secara keseluruhan, saya cukup puas dengan performa musim lalu karena kita berhasil bertahan di Liga 1," katanya.

PSIM pada akhirnya menutup kompetisi musim lalu dengan koleksi 45 poin dari 34 pertandingan. Perolehan tersebut sama dengan Persita Tangerang yang berada di posisi ke-10.

Namun, berdasarkan selisih gol, PSIM harus puas berada satu tingkat di bawahnya. Laskar Mataram mengakhiri musim di peringkat ke-11.

Capaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi PSIM dalam mempersiapkan skuad untuk musim 2026/2027. Van Gastel menyebut komposisi pemain kali ini dibuat dengan karakter yang lebih beragam.

PSIM Datangkan Pemain dengan Karakter Beragam

Variasi karakter pemain diharapkan membuat PSIM memiliki lebih banyak solusi ketika menghadapi pertandingan dengan situasi yang berbeda. Termasuk ketika lawan memilih bertahan dalam-dalam dan memberikan sedikit ruang di area pertahanan mereka.

"Oleh karena itu, untuk musim ini kita mendatangkan tipe pemain baru yang bervariasi agar diharapkan bisa menutupi kekurangan-kekurangan yang kita miliki di musim lalu," ucap Van Gastel.

PSIM telah memulai kompetisi Super League 2026/2027 dengan menghadapi Persita Tangerang. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (5/9/2026).

Dalam laga pembuka itu, PSIM bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang. Hasil tersebut menjadi modal awal Laskar Mataram untuk memperbaiki pencapaian dari musim sebelumnya.

Perjalanan PSIM musim ini sekaligus akan menjadi ujian bagi Van Gastel dalam mencari solusi atas persoalan yang pernah dihadapi timnya. Kemampuan membongkar pertahanan rapat lawan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan Laskar Mataram.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online