Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Skuad Persis Solo/Instagram: Persisofficial
Harianjogja.com, JOGJA— Kekecewaan masih menyelimuti ribuan pendukung Persis Solo setelah tim kebanggaan mereka resmi terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026. Namun di tengah situasi pahit tersebut, manajemen klub akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh suporter Laskar Sambernyawa.
Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, mengakui bahwa kegagalan mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia merupakan pukulan besar bagi klub maupun masyarakat Solo. Ia menilai rasa kecewa yang dirasakan suporter adalah sesuatu yang wajar karena dukungan besar telah diberikan sepanjang musim.
“Hari ini adalah hari yang berat bagi kita semua. Sebagai Direktur, saya berdiri di sini dengan penyesalan mendalam dan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh suporter yang telah memberikan segalanya untuk tim ini,” ujar Ginda dalam pernyataan resminya, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, degradasi ini menjadi bukti bahwa banyak hal di internal klub yang perlu diperbaiki. Ia menegaskan manajemen tidak akan menghindar dari tanggung jawab atas hasil buruk yang dialami Persis musim ini.
Ginda memastikan seluruh dinamika yang terjadi sepanjang musim akan dilaporkan kepada para pemilik klub. Ia juga berjanji pengorbanan para pendukung tidak akan sia-sia karena manajemen segera melakukan langkah pembenahan besar-besaran.
“Kami tidak akan membiarkan pengorbanan dan air mata kalian sia-sia,” tegasnya.
Manajemen Persis disebut tidak akan menunggu lama untuk memulai persiapan musim depan. Restrukturisasi di berbagai lini klub akan dilakukan segera setelah kompetisi berakhir. Evaluasi menyeluruh juga bakal menyasar jajaran staf pelatih, official, hingga struktur pendukung tim lainnya.
“Setelah kompetisi usai, kami tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini,” katanya.
Langkah evaluasi ini dilakukan agar Persis bisa segera membangun fondasi baru untuk kembali bersaing dan menargetkan promosi ke kompetisi tertinggi sepak bola nasional.
Di tengah tekanan besar dari publik, Ginda tetap optimistis loyalitas suporter akan menjadi kekuatan utama kebangkitan klub. Ia menyebut badai degradasi justru bisa menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara tim dan pendukung.
“Saya yakin ini akan menjadi momen bagi kita semua untuk kembali merekatkan barisan menjadi lebih kuat,” ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen klub untuk bangkit bersama dan tidak terus larut dalam kegagalan musim ini.
“Kita jatuh bersama hari ini, namun dengan dukungan kalian saya yakin kita akan bangkit dan kembali dengan mentalitas yang jauh lebih kuat,” tandasnya.
Degradasi Persis Solo musim ini menjadi salah satu sorotan besar di sepak bola Indonesia. Klub dengan basis suporter besar tersebut kini menghadapi tantangan berat untuk segera kembali ke kasta tertinggi pada musim mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Bupati Gunungkidul dorong batik motif tawon sebagai ikon daerah. Sarat filosofi dan berpotensi tingkatkan ekonomi masyarakat.
California tetapkan darurat akibat tangki kimia berisiko meledak di Orange County. Suhu terus naik, potensi ledakan diwaspadai.
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Salad jadi pilihan sehat rendah kalori yang bantu pencernaan dan diet. Simak manfaat dan resep salad segar untuk musim panas.
Kecelakaan Gus Hilman di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) diduga akibat sopir mengantuk. Dua staf meninggal, polisi masih selidiki.