Persis Solo Menang 3-1 tapi Degradasi, Milo Berdoa Bangkit

Jumali
Jumali Minggu, 24 Mei 2026 14:17 WIB
Persis Solo Menang 3-1 tapi Degradasi, Milo Berdoa Bangkit

Milomir Seslija - Instagram : coach_milo\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Persis Solo harus menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan hasil pahit manis, setelah meraih kemenangan 3-1 atas Persita di laga pamungkas namun tetap dipastikan terdegradasi dari kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Hasil tersebut menjadi penutup dramatis perjalanan Laskar Sambernyawa yang sudah berjuang hingga pekan terakhir.

Pertandingan pekan ke-34 yang digelar di Banten International Stadium, Sabtu (23/5/2026) sore, berlangsung dengan tempo tinggi. Persis Solo unggul lebih dulu melalui gol Jefferson pada menit ke-44, sebelum Maricic menggandakan keunggulan pada menit ke-74. Persita sempat memperkecil ketertinggalan lewat Pablo Ganet pada menit ke-90, namun Dejan Tumbas memastikan kemenangan Persis Solo melalui gol di masa injury time menit 90+2, membuat skor akhir 1-3 untuk tim tamu.

Meski meraih kemenangan, hasil tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan posisi Persis Solo di klasemen akhir. Situasi ini membuat suasana ruang ganti bercampur antara kebanggaan atas kemenangan dan kesedihan karena harus turun kasta.

Dillansir dari laman resmi Persis, pelatih kepala Milomir Seslija atau Milo tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan timnya sepanjang laga. Milo menilai para pemain telah tampil maksimal menghadapi lawan yang disebutnya disiplin dan terorganisir. Ia juga menyoroti performa tim yang sempat kehilangan fokus di babak kedua namun masih mampu menambah gol. Meski demikian, ia mengakui bahwa hasil akhir tidak sesuai harapan karena tidak mampu menyelamatkan Persis dari degradasi.

Dalam pernyataannya, Milo juga menyampaikan keyakinan bahwa Persis Solo tidak seharusnya berada di kasta bawah. Ia menyinggung faktor fasilitas dan dukungan suporter yang menurutnya menjadi kekuatan besar klub asal Solo tersebut. Ia berharap Persis bisa segera bangkit dan kembali ke Liga 1 pada kesempatan berikutnya.

Di sisi pemain, Alfriyanto Nico mengungkapkan perasaan campur aduk setelah pertandingan. Ia menyebut tim sudah bermain maksimal dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik, namun tetap harus menerima kenyataan pahit sepak bola. Meski kecewa, ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah berjuang hingga akhir musim.

Bagi para pendukung Persis Solo, hasil ini menjadi penutup musim yang emosional. Namun dengan dukungan kuat suporter dan fondasi klub yang tetap solid, harapan untuk kembali ke Liga 1 masih terbuka pada musim berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online