Alex Marquez Diduga Melaju 212 Km/Jam Saat Crash Horor
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Calvin Verdonk/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk dipastikan mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang akan tampil di kompetisi Liga Champions Eropa. Kepastian itu diperoleh setelah klubnya, LOSC Lille, mengamankan tiket otomatis ke fase grup Liga Champions musim depan.
Pencapaian tersebut diraih meski Lille harus menelan kekalahan 0-2 dari AJ Auxerre pada laga terakhir Ligue 1 2025/2026 di Stadion Pierre-Mauroy, Senin (18/5/2026) dini hari WIB.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi sepak bola Indonesia karena untuk pertama kalinya ada pemain Timnas Indonesia yang akan merasakan atmosfer kompetisi antarklub paling elite di Eropa.
Lille Tetap Lolos Meski Tumbang
Pada pertandingan penentuan tersebut, Lille sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 72,8 persen. Namun efektivitas menjadi pembeda utama.
Penyerang asal Mali, Lassine Sinayoko, menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah setelah mencetak dua gol masing-masing pada menit ke-32 dan menit ke-90.
Calvin Verdonk sendiri masuk pada awal babak kedua menggantikan Romain Perraud untuk menambah intensitas serangan Lille. Meski demikian, Lille gagal membalikkan keadaan hingga laga berakhir.
Pelatih Lille, Bruno Genesio, mengakui timnya kesulitan memaksimalkan peluang.
“Kami tidak bisa menyelesaikan peluang dengan baik,” ujar Genesio usai pertandingan.
Meski kalah, Lille tetap finis di posisi ketiga klasemen akhir Ligue 1 dengan 61 poin. Hasil itu cukup untuk mengamankan tiket langsung ke fase grup Liga Champions.
Terbantu Kekalahan Lyon
Keberhasilan Lille juga dipengaruhi hasil pertandingan lain. Pesaing terdekat mereka, Olympique Lyonnais, justru kalah telak 0-4 dari RC Lens.
Kekalahan tersebut membuat Lyon harus puas finis di posisi keempat dengan 60 poin dan menjalani babak play-off Liga Champions.
Sementara itu, Olympique Marseille finis di posisi kelima dan lolos ke Liga Europa. Adapun Stade Rennais mengamankan tiket Liga Konferensi Eropa.
Pengalaman Berharga untuk Timnas Indonesia
Keberhasilan Calvin Verdonk tampil di Liga Champions diyakini menjadi kabar positif bagi perkembangan Tim Nasional Sepak Bola Indonesia.
Verdonk selama ini menjadi salah satu pemain naturalisasi penting dalam skuad Garuda dan rutin mendapat kepercayaan di level internasional. Pengalaman bermain di kompetisi elite Eropa dinilai akan meningkatkan kualitas serta mental bertandingnya.
Musim ini juga menjadi salah satu pencapaian terbesar Lille dalam beberapa tahun terakhir.
“Musim ini adalah salah satu yang akan selalu kami ingat. Kami akan mengingat akhir yang menggembirakan ini untuk waktu yang lama,” kata Bruno Genesio.
Momen Bersejarah untuk Sepak Bola Indonesia
Kepastian tampilnya Calvin Verdonk di Liga Champions menjadi simbol meningkatnya eksistensi pemain Indonesia di level sepak bola internasional.
Bagi pendukung Timnas Indonesia, musim depan akan menjadi kesempatan langka menyaksikan wakil Merah Putih bersaing menghadapi klub-klub terbaik Eropa di panggung Liga Champions.
Dengan pengalaman tersebut, Verdonk diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perkembangan Timnas Indonesia dalam persaingan sepak bola Asia maupun internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.