Jelang Piala Dunia 2026, AS-Kanada-Meksiko Bersatu Cegah Ebola

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jum'at, 29 Mei 2026 10:47 WIB
Jelang Piala Dunia 2026, AS-Kanada-Meksiko Bersatu Cegah Ebola

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko mulai memperketat pengawasan kesehatan menjelang gelaran besar Piala Dunia FIFA 2026. Tiga negara tuan rumah tersebut mengumumkan langkah terkoordinasi untuk mencegah penyebaran virus Ebola melalui perjalanan internasional.

Kebijakan bersama itu diumumkan pada Kamis (28/5/2026) dan difokuskan pada pelancong yang datang dari wilayah-wilayah Afrika dengan risiko tinggi paparan Ebola.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya perhatian global terhadap mobilitas jutaan orang yang diperkirakan akan memadati kawasan Amerika Utara selama perhelatan Piala Dunia berlangsung mulai 11 Juni 2026.

Fokus Lindungi Jutaan Pengunjung Piala Dunia

Dalam pernyataan trilateral yang dirilis bersama, ketiga negara menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan publik menjadi prioritas utama selama menyambut wisatawan, atlet, ofisial, dan penggemar sepak bola dari berbagai negara.

Selain untuk melindungi masyarakat, kebijakan ini juga ditujukan agar aktivitas perjalanan dan perdagangan lintas batas tetap berjalan stabil tanpa gangguan besar akibat ancaman wabah.

“Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat menyambut dunia ke Amerika Utara,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Piala Dunia 2026 sendiri diprediksi menjadi salah satu turnamen terbesar dalam sejarah FIFA karena untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara sekaligus.

Kanada Terapkan Larangan Masuk dan Karantina

Dari tiga negara tersebut, Kanada menjadi pihak yang mengambil langkah paling ketat. Pemerintah Kanada resmi melarang warga dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan memasuki negaranya selama 90 hari.

Tak hanya itu, pendatang dari negara-negara tersebut juga diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari sebagai bagian dari langkah pencegahan penyebaran virus.

Kebijakan itu mulai berlaku sejak Rabu (27/5/2026) dan langsung menjadi perhatian dunia internasional karena diterapkan menjelang meningkatnya arus perjalanan global menuju Piala Dunia.

Ancaman Wabah Jadi Sorotan Global

Virus Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan dengan tingkat fatalitas tinggi. Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi dan beberapa kali memicu krisis kesehatan besar di Afrika.

Meski hingga kini belum ada laporan wabah besar di kawasan Amerika Utara, pemerintah AS, Kanada, dan Meksiko tampaknya tidak ingin mengambil risiko menjelang ajang internasional terbesar di dunia tersebut.

Langkah pencegahan ini juga menunjukkan bahwa isu kesehatan global kini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan event olahraga internasional, terutama setelah dunia sempat mengalami pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Wisatawan dan Suporter Diminta Waspada

Dengan diberlakukannya kebijakan baru ini, wisatawan dan suporter yang berencana menghadiri Piala Dunia 2026 diminta memperhatikan aturan perjalanan terbaru di masing-masing negara tuan rumah.

Pemerintah setempat diperkirakan akan terus memperbarui kebijakan sesuai perkembangan situasi kesehatan global dalam beberapa pekan ke depan.

Meski demikian, FIFA hingga kini belum mengumumkan perubahan jadwal maupun pembatasan terkait penyelenggaraan turnamen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online