Mengapa Labu Identik dengan Halloween? Ini Sejarahnya
Labu menjadi simbol Halloween berkat tradisi Irlandia, legenda Stingy Jack, dan kebiasaan mengukir sayuran yang berkembang di Amerika Serikat.
Jaminton Campaz/Instagram: bicho08_
Harianjogja.com, JOGJA—Kekecewaan yang mendalam akibat kekalahan timnas Kolombia dari Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Rabu (8/7/2026), tampaknya tidak bisa diterima dengan lapang oleh sebagian pendukung.
Buktinya, Jaminton Campaz, pemain yang gagal memanfaatkan peluang emas pada babak tambahan waktu, kini harus menerima ancaman pembunuhan yang mengerikan. Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) langsung merespons dengan tegas dan mengecam keras aksi intimidasi yang dinilai tidak berperikemanusiaan ini.
Pertandingan yang berlangsung dramatis itu berakhir dengan kekalahan Kolombia setelah adu penalti melawan Swiss. Campaz, yang saat ini memperkuat klub Argentina Rosario Central, menjadi sorotan setelah tendangannya dari jarak dekat pada babak tambahan waktu justru melebar dari gawang.
Momen tersebut dinilai sebagai peluang terakhir bagi Kolombia untuk mencetak gol kemenangan sebelum pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Kegagalan itu pun menjadi pukulan telak bagi tim dan akhirnya memupus harapan Kolombia untuk melangkah lebih jauh di turnamen empat tahunan ini.
Tak lama setelah pertandingan usai, ancaman pembunuhan pun berdatangan ke alamat Campaz. Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) dalam pernyataan resminya yang dikutip pada Minggu (12/7/2026) menegaskan bahwa tindakan intimidasi seperti ini sama sekali tidak bisa ditoleransi.
"Tak ada atlet, ataupun anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya, yang seharusnya menjadi sasaran intimidasi karena mewakili negaranya di arena olahraga," demikian pernyataan tegas FCF.
Pernyataan ini menjadi tamparan keras bagi oknum pendukung yang terlalu jauh melampiaskan kekecewaan hingga ke ranah kriminal.
Campaz sendiri merespons ancaman tersebut dengan mengunggah foto di akun Instagram pribadinya. Dalam foto itu, ia tampak menutupi wajahnya dengan ekspresi kecewa. Namun, yang lebih menarik adalah pesan yang ia tuliskan di keterangan foto. "Kita boleh memiliki pandangan berbeda atau merasakan frustrasi dan kesedihan, tetapi tidak ada yang membenarkan kebencian atau hidup dalam ketakutan," tulisnya. Unggahan ini menjadi pengingat bahwa di balik lapangan hijau, para pemain adalah manusia biasa dengan perasaan dan keluarga yang menanti di rumah.
FCF tidak tinggal diam. Mereka secara resmi meminta kantor kejaksaan agung Kolombia untuk mempercepat penyelidikan guna mengidentifikasi pihak-pihak yang mengirimkan ancaman tersebut. Federasi juga mengingatkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menyatukan masyarakat, bukan memicu kebencian maupun kekerasan. Langkah ini disambut positif oleh para pengamat olahraga yang menilai bahwa tindakan tegas diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi kelam yang pernah menimpa sepak bola Kolombia di masa lalu.
Kasus ini seketika mengingatkan publik pada peristiwa mengerikan pada Piala Dunia 1994. Saat itu, bek Kolombia Andres Escobar mencetak gol bunuh diri dalam kekalahan 1-2 dari Amerika Serikat. Beberapa hari setelah tim pulang dan tersingkir dari turnamen, Escobar ditembak mati di Medellin. Tragedi tersebut menjadi salah satu noda hitam terbesar dalam sejarah sepak bola dunia dan menunjukkan betapa fanatisme yang berlebihan dapat merenggut nyawa. Kini, teror yang diterima Campaz membuat banyak pihak khawatir bahwa sejarah kelam itu akan terulang kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Labu menjadi simbol Halloween berkat tradisi Irlandia, legenda Stingy Jack, dan kebiasaan mengukir sayuran yang berkembang di Amerika Serikat.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.