Mbappe Raih Onze d'Or 2026, Mampukah Menangi Ballon d'Or?
Kylian Mbappe meraih Onze d'Or 2026 setelah mengungguli dua pemain PSG. Kini, perhatian tertuju pada malam Ballon d'Or 26 Oktober.
Trofi Liga Champions./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA— Panggung tertinggi sepak bola antarklub Eropa siap menyajikan duel megah yang mendebarkan akhir pekan ini. Partai final Liga Champions musim 2025/2026 bakal mempertemukan sang juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) kontra raksasa Inggris, Arsenal, yang tengah memburu trofi Si Kuping Besar pertama mereka sepanjang sejarah klub.
Bentrokan hidup mati dua kekuatan utama benua biru ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB. Bagi para pemirsa di tanah air, waktu sepak mula (kick-off) yang ramah ini menjadi berkah tersendiri karena pencinta bola dapat menikmati laga tanpa harus terjaga hingga dini hari melalui layanan streaming Vidio.
UEFA resmi menunjuk Stadion Puskas Arena di Budapest, Hungaria, sebagai arena pertempuran netral. Pemilihan lokasi di Eropa Tengah ini menyajikan tantangan tersendiri bagi kedua kesebelasan untuk membuktikan mentalitas juara mereka di luar rumah.
Dominasi Sempurna Meriam London
Langkah Arsenal menuju partai puncak musim ini terbilang sangat impresif dan meyakinkan. Di bawah komando taktis Mikel Arteta, The Gunners tampil perkasa dengan menyapu bersih seluruh delapan pertandingan di fase grup dengan kemenangan mutlak.
Seusai melenggang mulus ke fase gugur sebagai juara grup, konsistensi Meriam London diuji lewat serangkaian duel sengit. Namun, laju Arsenal terbukti sulit dibendung seusai mereka sukses menyingkirkan tim-tim elite sekelas Bayer Leverkusen, Sporting CP, hingga Atletico Madrid demi mengamankan tiket final di Budapest.
Rapor mentereng di sepanjang turnamen ini membuat mayoritas pengamat sepak bola dunia menjagokan Arsenal sebagai kandidat kuat untuk memutus kutukan Eropa mereka. Kejuaraan ini menjadi momentum emas bagi Arteta untuk menuntaskan dahaga trofi internasional publik Emirates Stadium.
Mentalitas Baja Les Parisiens
Berbeda terbalik dengan sang calon lawan, jalan yang harus dilalui PSG untuk mempertahankan mahkota juara justru terbilang sangat berliku. Armada asuhan Luis Enrique sempat terseok-seok di fase grup dengan hanya mengemas empat kemenangan, dua kali imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Raihan minor itu membuat Les Parisiens terdampar di peringkat ke-11 klasemen fase grup, memaksa mereka merangkak melalui babak play-off 16 besar terlebih dahulu karena gagal menembus posisi delapan besar. Namun, mentalitas juara bertahan berbicara ketika memasuki fase sistem gugur.
PSG menunjukkan grafik peningkatan performa yang sangat tajam. Klub ibu kota Prancis ini sukses menjinakkan dua wakil Inggris, Chelsea dan Liverpool, sebelum akhirnya menyudahi perlawanan ketat raksasa Jerman, Bayern Munchen, di babak semifinal melalui drama kemenangan tipis.
Laga pamungkas di Puskas Arena nanti diprediksi berjalan sangat ketat dan menghibur. Apakah strategi Luis Enrique mampu membawa PSG mengukir sejarah back-to-back juara dua musim beruntun, atau justru kolektivitas permainan Arsenal yang akan meledak demi menancapkan dominasi baru di puncak tertinggi Eropa?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kylian Mbappe meraih Onze d'Or 2026 setelah mengungguli dua pemain PSG. Kini, perhatian tertuju pada malam Ballon d'Or 26 Oktober.
Bulog menyalurkan bantuan beras untuk Oktober-Desember 2026 di Potorono, Bantul. Sebanyak 700 keluarga menerima total 30 kilogram beras.
Loker Solo terbaru 2026 tersedia di Job Fair gratis GSI Youth Fest pada 8 November. Ada 1.000 lowongan dari 10 perusahaan.
Bulog menambah 150.000 ton jagung SPHP dengan harga Rp5.000/kg di gudang untuk membantu peternak mikro menekan biaya pakan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kejagung dan Polri mengusut sejumlah kasus besar, mulai dari korupsi hingga kriminal.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.