Mengukur Kekuatan Oman Lawan Pertama Skuad Garuda di SUGBK

Jumali
Jumali Senin, 01 Juni 2026 12:17 WIB
Mengukur Kekuatan Oman Lawan Pertama Skuad Garuda di SUGBK

Timnas Oman/Instagram: OmanFA

Harianjogja.com, JOGJA—Ujian internasional pertama bagi armada baru Merah Putih di awal bulan Juni dipastikan bakal menyajikan duel taktis yang sengit dan menguras energi. Bagi Anda para penggemar setia Timnas Indonesia yang sudah tidak sabar menyambut laga FIFA Matchday, bersiaplah untuk menyaksikan duel sengit. Timnas Oman, lawan pertama Garuda di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Jumat, 5 Juni 2026, mendarat di Jakarta dengan penuh percaya diri. Namun, ada sisi lain dari tim Timur Tengah ini yang patut kita bedah lebih dalam.

Meskipun memiliki peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi, skuad Oman datang ke Jakarta dengan membawa sejumlah masalah internal:

Sektor Analisis TimDetail Senjata Utama OmanCelah & Sisi Kelemahan Skuad
Peringkat & RekorMenempati peringkat ke-79 dunia (di atas Indonesia posisi ke-122) dan menang 3-1 pada laga uji coba terakhir di Dubai (29 Mei 2021).Sejarah mencatat Indonesia pernah melibas Oman dengan skor telak 3-0 pada turnamen King's Cup 1987.
Lini DepanMuhsen Al Ghassani (Bangkok United) mengemas 35 gol dan 6 assist dari 80 penampilan, dibantu penyerang Issam Al Sabhi (Al-Quwa Al-Jawiya).Lini serang kehilangan Khalid Al Hajri yang dipastikan absen akibat cedera, mengurangi opsi ketajaman tim.
Lini PertahananMemboyong total 28 pemain terbaiknya untuk membangun kekompakan tim di bawah asuhan pelatih Tarik Sektioui.Kiper utama Ibrahim Al Mukhaini terpaksa absen karena cedera, meninggalkan lubang besar di bawah mistar gawang.

Kendati unggul secara kalkulasi statistik di atas kertas, Oman sebenarnya datang dengan misi besar untuk membangun ulang fondasi permainan tim mereka. Program pemusatan latihan mereka di Jakarta kali ini tidak hanya melulu berorientasi pada kemenangan di laga persahabatan, tetapi diproyeksikan sebagai persiapan jangka panjang menuju Piala Teluk Arab pada September 2026 dan putaran final Piala Asia 2027.

Di bawah arahan arsitek taktik asal Maroko, Tarik Sektioui, fokus utama menu latihan The Red Warriors adalah pada peningkatan kesiapan teknis, fisik pemain, serta pematangan kekompakan tim. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Sektioui, terutama karena beberapa pemain andalan mereka saat ini merumput di berbagai kompetisi lintas liga asing.

Celah Strategis untuk Dimanfaatkan John Herdman

Senjata paling tajam yang wajib diwaspadai oleh barisan pertahanan skuad Garuda adalah kombinasi ketajaman lokal dan internasional di lini serang Oman. Muhsen Al Ghassani yang juga merupakan rekan setim Pratama Arhan di Bangkok United wajib dikawal ketat, begitu pula dengan pergerakan eksplosif Issam Al Sabhi di area penalti.

Meski demikian, absennya Ibrahim Al Mukhaini di posisi penjaga gawang serta penyerang Khalid Al Hajri yang sempat membobol gawang Indonesia dua kali pada tahun 2021 menjadi kabar baik. Kondisi pincang ini bisa menjadi celah berharga yang dapat dimanfaatkan oleh pelatih John Herdman untuk membongkar dan merusak pertahanan Oman sejak menit awal babak pertama.

Panggung Pembuktian Kelas Asia di Gelora Bung Karno
Lantas, apakah rentetan fakta hilangnya pilar penting lawan ini menjadi pertanda bahwa Garuda bisa mengalahkan Oman dengan mudah? Tentu saja tidak. Seusai menganalisis kedalaman materi pemain, jalannya pertandingan di hari Jumat malam nanti dipastikan tetap berjalan ketat dan menguras konsentrasi fisik.

Namun yang pasti, laga internasional ini akan menjadi panggung pembuktian krusial bagi skuad asuhan John Herdman untuk menunjukkan bahwa level permainan Indonesia sudah pantas untuk diperhitungkan di kancah Asia. Bagi para penggemar yang hadir langsung memadati tribun SUGBK, dukungan penuh dan gemuruh suara Anda adalah senjata pamungkas yang paling ditunggu-tunggu oleh para pemain di lapangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online