Trionda Final Resmi Dipakai, Bola AI Baru Warnai Piala Dunia 2026
FIFA dan adidas meluncurkan Trionda Final, bola resmi semifinal hingga final Piala Dunia 2026. Bola berwarna emas-hitam ini dibekali teknologi AI untuk membantu
Kylian Mbappe/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Kylian Mbappe merasakan sendiri betapa sulitnya mengalahkan Spanyol kendati berada di tim yang dianggap sebagai salah satu skuad impian. Bersama Timnas Prancis, Kylian Mbappe gagal melaju ke final usai kalah 0-2 dari Spanyol di Stadion Dallas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Selain kekalahan, Mbappe juga gagal menambah koleksi golnya sehingga statusnya sebagai pemuncak klasemen top skor semakin terancam. Mbappe telah mencatat delapan gol dan tiga assist, unggul satu assist dari Lionel Messi yang juga telah mencetak delapan gol. Namun, Messi baru akan bermain pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB saat Argentina menghadapi Inggris. Peluang La Pulga untuk melampaui torehan gol Mbappe sangat terbuka jika mampu mencetak gol pada laga itu sekaligus membawa Tango ke final.
Berbeda dari enam pertandingan sebelumnya, Kylian Mbappe tampak tak diberi ruang untuk menciptakan peluang. Membentuk kuartet Barcola, Olise, dan Dembele, Mbappe sangat jarang mendapat aliran bola maupun memberikan ancaman kepada pertahanan La Roja. Mbappe diberi kesempatan bermain selama 90 menit, namun ia gagal membayar kepercayaan Didier Deschamps dengan positif.
Selama pertandingan berlangsung, Mbappe hanya mendapat 37 kali kesempatan menguasai bola. Namun, ia mampu mencatat tujuh kali sentuhan di kotak penalti lawan atau yang terbanyak di laga ini. Selain itu, ia juga melepaskan tiga tendangan dan empat kali dribel sukses sekaligus juga yang terbanyak di pertandingan ini. Akurasi umpan Mbappe hanya di kisaran 75 persen, atau 12 kali berhasil dari 16 percobaan. Dua kali tendangannya juga melenceng dari sasaran, dan satu di antaranya mampu diblok. Pemain 27 tahun itu juga minim kontribusi di pertahanan.
Alhasil, ia hanya mendapat rating 5,8 dari Fotmob atau salah satu yang terendah di skuad Les Bleus. Rendahnya rating ini mencerminkan betapa sulitnya Mbappe keluar dari tekanan pertahanan Spanyol yang solid sepanjang pertandingan.
Setelah pertandingan, Mbappe memberi penilaian tentang kegagalan Timnas Prancis. Menurutnya, kegagalan menciptakan peluang dan buruknya tim untuk menjalankan rencana permainan menjadi faktor di balik kekalahan tersebut.
"Kami tidak menunjukkan performa yang kami inginkan, baik secara taktik, teknik, maupun level permainan secara keseluruhan," ujar Mbappe dikutip dari FIFA.
"Ketika Anda gagal melakukan apa yang seharusnya dilakukan dalam semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang," tambah kapten Prancis tersebut.
Selain itu, Mbappe juga mengeluhkan permainan Prancis yang tidak cukup baik diterapkan untuk sebuah pertandingan semifinal Piala Dunia.
"Kami kehilangan komunikasi saat melakukan pressing. Bahkan ketika berhasil merebut bola kembali, umpan pertama dan sentuhan pertama kami tidak cukup baik untuk level semifinal Piala Dunia," kata Mbappe.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Prancis yang sebelumnya menjadi salah satu favorit juara. Mbappe dan rekan-rekannya harus puas bertarung di perebutan tempat ketiga. Sementara itu, Spanyol melaju ke final dan menunggu pemenang antara Argentina dan Inggris. Bagi Mbappe, ini adalah pengalaman pahit yang akan menjadi pelajaran berharga untuk turnamen mendatang.
Ia berharap Prancis bisa bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Dengan usia yang masih 27 tahun, Mbappe masih memiliki banyak kesempatan untuk meraih gelar Piala Dunia di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA dan adidas meluncurkan Trionda Final, bola resmi semifinal hingga final Piala Dunia 2026. Bola berwarna emas-hitam ini dibekali teknologi AI untuk membantu
3 rekomendasi HP lipat terjangkau 2026: Tecno Phantom V Flip, Nubia Flip 2, dan Motorola Razr 60. Harga makin bersahabat, performa tetap mumpuni!
DPRD Bantul meminta evaluasi menyeluruh pengelolaan wisata Parangtritis usai muncul dugaan pungli. Salah satu usulan yang mengemuka adalah pencantuman hotline p
Anthropic luncurkan Claude for Teachers, AI gratis 1 tahun untuk guru K-12 di AS. Bantu rencana pembelajaran, analisis siswa, dan integrasi Canva, MagicSchool,
KPK memeriksa lima ASN BPK RI sebagai saksi kasus dugaan suap pengondisian hasil audit Kabupaten Muara Enim setelah menggeledah rumah Anggota V BPK RI Bobby Adh
Amri/Nita tersingkir di 32 besar Japan Open 2026 usai kalah 18-21, 21-23 dari unggulan Prancis. Kesalahan sendiri & ketidaktenangan jadi penyebab kekalahan.