AS Gelontorkan Rp4 Triliun untuk Tangkal Ancaman Drone di Piala Dunia

Jumali
Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 13:57 WIB
AS Gelontorkan Rp4 Triliun untuk Tangkal Ancaman Drone di Piala Dunia

Foto ilustrasi drone. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengakui ancaman drone menjadi salah satu tantangan keamanan terbesar menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah AS telah mengalokasikan dana hibah sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4 triliun sejak Desember 2025 untuk membantu kota-kota tuan rumah memperkuat sistem pertahanan terhadap pesawat nirawak.

Berdasarkan laporan Front Office Sports yang dikutip Reuters, Jumat (5/6/2026), seluruh 11 negara bagian penyelenggara pertandingan serta Washington D.C. menerima bagian dari dana yang disalurkan melalui Federal Emergency Management Agency (FEMA).

Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan deteksi, pelacakan, hingga penanganan drone maupun pesawat tanpa izin yang berpotensi mengganggu jalannya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, mengatakan ancaman drone masih menjadi perhatian utama aparat keamanan.

"Drones are my biggest concern. Setiap hari kami terus meningkatkan kemampuan, tetapi ini tetap menjadi perhatian besar bagi kami," ujar Mullin dalam rapat dengar pendapat Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS.

Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari sebelum pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 digelar.

Zona Larangan Terbang Diperluas

Untuk memperketat pengamanan, Federal Aviation Administration (FAA) akan memberlakukan pembatasan ruang udara di sekitar seluruh stadion yang digunakan selama turnamen.

Pada hari pertandingan, pesawat maupun drone dilarang beroperasi dalam radius 3,5 mil atau sekitar 5,6 kilometer dari stadion. Pembatasan juga berlaku untuk penerbangan di bawah ketinggian 3.000 kaki.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari sistem keamanan berlapis yang dirancang untuk melindungi jutaan penonton, atlet, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia.

California Terima Dana Terbesar

California menjadi negara bagian yang menerima alokasi dana terbesar, yakni hampir US$34,6 juta.

Wilayah ini akan menjadi salah satu pusat penyelenggaraan turnamen. SoFi Stadium dijadwalkan menggelar delapan pertandingan, termasuk laga perempat final pada 10 Juli 2026.

Selain itu, enam pertandingan lainnya akan berlangsung di Santa Clara sehingga California menjadi negara bagian dengan jumlah pertandingan terbanyak selama Piala Dunia.

Kepolisian Los Angeles mengungkapkan telah mengakuisisi sistem deteksi dan mitigasi berlapis guna menghadapi potensi ancaman drone ilegal.

Sementara itu, New Jersey yang akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan di MetLife Stadium, termasuk partai final pada 19 Juli 2026, menerima dana hibah lebih dari US$21,7 juta.

Negara bagian New York memperoleh sekitar US$17,7 juta yang sebagian besar dialokasikan untuk mendukung pengamanan oleh kepolisian negara bagian dan Kepolisian Kota New York.

Di kawasan Midwest, pertandingan akan digelar di Arrowhead Stadium, Kansas City. Untuk mendukung pengamanan, Kansas menerima hibah sebesar US$5,3 juta, sedangkan Missouri memperoleh sekitar US$14,24 juta.

Biaya Pengamanan Terus Meningkat

Meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai konflik dan insiden keamanan dalam beberapa tahun terakhir membuat penyelenggara ajang olahraga internasional menghadapi tantangan baru.

Selain ancaman terorisme konvensional, aparat keamanan kini harus mengantisipasi penggunaan drone untuk pengintaian, gangguan operasional, hingga potensi serangan terhadap kerumunan massa.

Dengan puluhan pertandingan yang tersebar di berbagai kota di Amerika Utara, pengamanan ruang udara diperkirakan menjadi salah satu fokus utama selama Piala Dunia 2026 sekaligus menjadi ujian besar bagi kemampuan aparat AS menghadapi ancaman teknologi modern.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online