Di Balik Gelar Dunia Spanyol Ada Filosofi yang Tak Biasa
Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Filosofi kebersamaan dan kekuatan tim menjadi kunci keberhasilan La Roja.
Lionel Scaloni/Instagram: Afaseleccion
Harianjogja.com, JOGJA—Ketidakpastian masa depan Lionel Scaloni menjadi perkembangan terbaru yang menyita perhatian setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026. Pelatih yang membawa Albiceleste meraih berbagai trofi bergengsi itu mengaku masih membutuhkan waktu untuk menentukan apakah akan melanjutkan pekerjaannya bersama tim nasional.
Situasi tersebut muncul sesaat setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife. Gol Ferran Torres pada menit ke-106 memastikan Albiceleste gagal mencatat sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Scaloni tampak emosional ketika membahas masa depannya. Kontraknya bersama Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) diketahui akan berakhir pada Desember 2026.
"Saya akan berbicara dengan presiden federasi. Saya sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin saya lakukan, tetapi saya perlu berpikir. Saya tidak tahu apakah sesuatu sebesar ini bisa saya ulangi lagi dan mungkin kami perlu membicarakannya," ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung memunculkan spekulasi bahwa perjalanan Scaloni bersama Argentina bisa segera berakhir. Meski belum mengambil keputusan final, ia mengisyaratkan perlunya evaluasi menyeluruh setelah melewati periode panjang yang penuh tekanan dan pencapaian.
Bagi pendukung Argentina, kabar ini menjadi perhatian besar karena Scaloni merupakan sosok yang berhasil mengubah wajah Albiceleste sejak ditunjuk pada 2018.
Di bawah kepemimpinannya, Argentina tidak hanya kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia, tetapi juga berhasil mengakhiri penantian panjang gelar internasional. Tim Tango meraih Copa America 2021, Copa America 2024, menjuarai Piala Dunia 2022, serta menembus final Piala Dunia 2026.
Rangkaian prestasi tersebut menempatkan Scaloni sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah tim nasional Argentina.
Namun, tantangan yang menanti Argentina ke depan tidak ringan.
Salah satu persoalan terbesar adalah regenerasi skuad. Pada final Piala Dunia 2026, delapan pemain yang tampil sebagai starter pada final Piala Dunia 2022 kembali dipercaya mengisi susunan utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar fondasi tim masih bertumpu pada generasi yang sama.
Di sisi lain, Lionel Messi yang tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan catatan delapan gol dan empat assist kini telah berusia 39 tahun. Faktor usia membuat peluang sang kapten untuk tampil pada Piala Dunia 2030 dinilai sangat kecil.
Situasi itu membuat Argentina harus mulai mempersiapkan generasi baru yang mampu menjaga daya saing tim di level tertinggi.
Meski gagal membawa pulang trofi, Scaloni tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang turnamen.
"Kami berusaha bertahan sampai akhir ketika pertandingan berjalan sangat terbuka. Pada akhirnya kami tidak bisa menang. Spanyol memang pantas menjadi juara dan kami harus menerimanya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter yang terus memberikan dukungan kepada tim selama perjalanan di Piala Dunia 2026.
Bagi publik Argentina, keputusan Scaloni dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penting yang dapat menentukan arah pembangunan tim nasional. Jika bertahan, ia akan menghadapi tugas berat membentuk generasi penerus setelah era Messi. Namun apabila memilih mengakhiri pengabdiannya, Argentina harus mencari sosok baru yang mampu melanjutkan fondasi kuat yang telah dibangun selama delapan tahun terakhir sembari menyiapkan regenerasi skuad menuju kompetisi internasional berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luis de la Fuente sukses membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Filosofi kebersamaan dan kekuatan tim menjadi kunci keberhasilan La Roja.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Selasa 21 Juli 2026 berlangsung di Kantor PJR Prambanan. Simak jam layanan, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 21 Juli 2026 tersedia di Alkid dan Simon Palace. Simak jam layanan, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.
BMKG memprakirakan cuaca di seluruh wilayah DIY cerah pada Selasa 21 Juli 2026. Suhu udara berkisar 21-31 derajat Celsius.
Wamentan Sudaryono menyebut program biodiesel B50 mempercepat swasembada energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.
Jadwal SIM Keliling Sleman Selasa 21 Juli 2026 digelar di Kalurahan Candibinangun, Pakem. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.