Kapten Irak Ditahan 7 Jam di Bandara AS Jelang Piala Dunia

Jumali
Jumali Minggu, 07 Juni 2026 09:17 WIB
Kapten Irak Ditahan 7 Jam di Bandara AS Jelang Piala Dunia

Pesepak bola Timnas Indonesia Justin Hubner (ketiga kiri) menyundul bola dengan dikawal para pesepak bola Timnas Irak pada laga lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Timnas Indonesia kalah dengan skor 0-2.- Antara/Muhammad Adimaja/aww

Harianjogja.com, JOGJA— Persiapan Timnas Irak menuju Piala Dunia 2026 sempat terganggu setelah striker andalan mereka, Aymen Hussein, ditahan dan diperiksa selama hampir tujuh jam saat tiba di Amerika Serikat. Insiden tersebut terjadi di Bandara Internasional O'Hare, Chicago, ketika skuad Irak tiba untuk menjalani pemusatan latihan menjelang turnamen.

Menurut laporan The Guardian, Hussein menjalani pemeriksaan tambahan dan verifikasi keamanan setelah rombongan tim tiba di Amerika Serikat. Sebagian besar anggota tim telah meninggalkan bandara, namun penyerang berusia 30 tahun itu masih harus menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Setelah hampir tujuh jam, Hussein akhirnya diizinkan masuk ke Amerika Serikat dan kembali bergabung dengan rekan-rekan setimnya.

Sumber yang dekat dengan delegasi Irak menyebut telepon seluler Hussein turut diperiksa selama proses tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari otoritas imigrasi Amerika Serikat mengenai alasan spesifik pemeriksaan tambahan yang dijalani pemain tersebut.

Nasib berbeda dialami fotografer resmi Timnas Irak, Talal Salah. Setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari 10 jam, ia dilaporkan tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat. Telepon genggamnya juga disebut turut diperiksa sebelum keputusan penolakan masuk dikeluarkan oleh otoritas setempat.

Aymen Hussein merupakan salah satu figur paling penting dalam skuad Irak saat ini. Ia menjadi pahlawan kelolosan negaranya ke Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol yang memastikan Irak tampil di putaran final untuk pertama kalinya sejak 1986. Penyerang tersebut juga menjadi tumpuan lini depan Irak bersama Ali Al-Hamadi, Ali Jassim, dan Youssef Amyn.

Irak tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia. Sebelum memulai perjalanan di Piala Dunia 2026, mereka dijadwalkan menjalani laga uji coba terakhir melawan Venezuela pada 9 Juni. Kehadiran Hussein menjadi kabar baik bagi pelatih dan suporter Irak mengingat perannya yang sangat vital dalam skema permainan tim.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Federasi Sepak Bola Irak maupun Aymen Hussein terkait insiden tersebut. Otoritas imigrasi dan keamanan Amerika Serikat juga belum memberikan komentar mengenai proses pemeriksaan yang dialami rombongan Timnas Irak.

Insiden ini menjadi perhatian karena terjadi hanya beberapa hari sebelum dimulainya Piala Dunia 2026. Meski demikian, Irak dapat bernapas lega karena pemain kuncinya akhirnya diizinkan masuk dan dapat melanjutkan persiapan bersama tim untuk menghadapi persaingan berat di fase grup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online