Wali Kota di Meksiko Tewas Ditembak Saat Piala Dunia Berjalan
Wali Kota San Miguel Amatitlán, Joel Ángel Bravo Martínez, tewas ditembak di Oaxaca setelah sempat meminta perlindungan keamanan kepada pemerintah.
Alexander Isak/Instagram: Fifaworldcup
Harianjogja.com, JOGJA—Harianjogja.com, JOGJA— Alexander Isak menjadi bintang kemenangan Swedia saat membantai Tunisia 5-1 pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium, Senin (15/6/2026) pagi WIB. Penyerang Liverpool tersebut mencetak satu gol dan menyumbang dua assist untuk membantu timnya mengawali turnamen dengan hasil sempurna.
Kemenangan telak itu membawa Swedia memuncaki klasemen sementara Grup F dengan koleksi tiga poin. Mereka unggul atas Jepang dan Belanda yang harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 pada pertandingan lainnya.
Dalam skema 3-4-1-2 yang diterapkan pelatih Graham Potter, Isak berduet dengan Viktor Gyokeres di lini depan. Namun, perannya tidak hanya sebagai pencetak gol. Ia juga aktif membuka ruang, menekan lawan, dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Gol Isak lahir pada menit ke-30 melalui tendangan akurat dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut gawang Tunisia dan gagal dijangkau penjaga gawang Chamakh.
Penampilan gemilang pemain berusia 26 tahun itu berlanjut pada proses gol ketiga Swedia. Berawal dari tekanan tinggi yang dilakukannya terhadap Ellyes Skhiri, Isak berhasil memaksa gelandang Tunisia tersebut kehilangan bola di area berbahaya.
Setelah merebut momentum, Isak mengirimkan umpan matang kepada Gyokeres yang kemudian menuntaskannya menjadi gol untuk memperlebar keunggulan Swedia.
Kontribusi Isak kembali terlihat pada gol keempat. Kali ini ia melepaskan umpan terobosan ke dalam kotak penalti yang berhasil dimaksimalkan Mattias Svanberg menjadi gol.
Dengan satu gol dan dua assist, Isak menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lapangan. Statistik tersebut membuatnya memperoleh rating 8,8 versi FotMob, hanya terpaut tipis dari Yasin Ayari yang mendapatkan nilai 8,9 setelah mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.
Meski demikian, penghargaan pemain terbaik pertandingan jatuh kepada Isak berkat pengaruh besarnya terhadap permainan Swedia secara keseluruhan.
Penampilan impresif ini menjadi momentum positif bagi Isak setelah menjalani musim yang tidak sepenuhnya konsisten di level klub. Bersama Liverpool sepanjang musim 2025/2026, ia sempat mengalami naik-turun performa.
Kini, di bawah arahan Graham Potter, Isak kembali menunjukkan kualitas terbaiknya. Kombinasi kecepatan, kecerdasan membaca ruang, dan kemampuan menciptakan peluang membuatnya menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Tunisia.
Kemenangan atas Tunisia juga memperkuat status Swedia sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Grup F. Selain produktif di lini depan, mereka mampu mencatatkan 13 tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.
Selanjutnya, Swedia akan menghadapi ujian yang lebih berat saat berjumpa Belanda di Stadion NRG, Houston, pada 21 Juni mendatang. Laga tersebut diperkirakan menjadi penentu perebutan posisi puncak klasemen grup.
Bagi Isak, performa melawan Tunisia menjadi sinyal bahwa dirinya siap memimpin lini serang Swedia di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, peluang Swedia untuk melaju ke fase gugur terbuka semakin lebar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wali Kota San Miguel Amatitlán, Joel Ángel Bravo Martínez, tewas ditembak di Oaxaca setelah sempat meminta perlindungan keamanan kepada pemerintah.
Jadwal Piala Dunia 2026 malam ini hingga Selasa pagi WIB menghadirkan Spanyol vs Tanjung Verde, Belgia vs Mesir, Arab Saudi vs Uruguay, dan Iran vs Selandia Bar
Oliver Tree meninggal dunia pada usia 32 tahun setelah menjadi korban tabrakan dua helikopter di Rio de Janeiro, Brasil, yang menewaskan enam orang.
Yasin Ayari memilih tidak merayakan gol pertamanya ke gawang Tunisia pada Piala Dunia 2026. Ternyata alasannya terkait sejarah keluarganya.
TN Gunung Merbabu mengoperasikan shelter darurat berbasis teknologi di Jalur Suwanting untuk mendukung keselamatan pendaki dan program Zero Accident.
Rangkaian agenda ini dipusatkan secara bergiliran pada satu desa di tiap wilayah kecamatan, menjadikannya ajang komunikasi langsung yang menjangkau akar rumput.