Dari Marbot Masjid ke Juara SUCI 12, Kisah Inspiratif Chairul Mukmin
Profil Chairul Mukmin, alumni UMY yang sukses menjadi juara SUCI 12 Kompas TV setelah melewati kegagalan, vakum, dan perjuangan panjang.
Austria meraih kemenangan 3-1 atas Yordania pada laga Grup J Piala Dunia 2026. Marko Arnautovic mencetak gol penutup lewat penalti. /Instagram-Timnas Austria.
Harianjogja.com, JAKARTA—Timnas Austria meraih kemenangan penting dalam lanjutan babak penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Yordania dengan skor 3-1. Hasil ini memastikan Austria membawa pulang tiga poin sekaligus memperkuat persaingan di papan atas klasemen sementara grup.
Meski unggul dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan, Austria tidak mendapatkan kemenangan dengan mudah. Yordania mampu memberikan tekanan melalui sejumlah serangan balik yang efektif dan bahkan sempat menyamakan kedudukan pada babak kedua sebelum akhirnya menyerah pada menit-menit akhir pertandingan.
Austria membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-21 melalui gol yang dicetak Romano Schmid. Gol tersebut menjadi pembeda hingga turun minum dan membawa Austria menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Yordania langsung meningkatkan intensitas permainan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-50 ketika Ali Olwan berhasil membobol gawang Austria dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol itu sempat membangkitkan optimisme Yordania untuk meraih hasil positif.
Namun, momentum pertandingan kembali berpihak kepada Austria pada menit ke-76. Bek Yordania, Yazan Al-Arab, melakukan gol bunuh diri yang membuat Austria kembali memimpin dengan skor 2-1.
Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu yang cukup panjang, Austria memperoleh hadiah penalti pada menit ke-90+12. Marko Arnautovic yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan memastikan kemenangan Austria menjadi 3-1.
Dari sisi statistik, Austria tampil lebih dominan dalam mengontrol jalannya pertandingan. Tim Eropa tersebut menguasai bola hingga 62 persen dan mencatatkan akurasi operan mencapai 88 persen.
Austria juga membukukan 579 operan sepanjang pertandingan, jauh lebih banyak dibandingkan Yordania yang hanya mencatatkan 325 operan. Selain itu, Austria memperoleh empat tendangan sudut, sementara Yordania mencatatkan tiga sepak pojok.
Meski kalah dalam penguasaan bola, Yordania justru lebih agresif dalam melepaskan tembakan. Tim asal Timur Tengah itu menghasilkan 11 percobaan tembakan dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Sementara Austria mencatatkan sembilan tembakan dengan tiga peluang yang tepat sasaran. Dari aspek disiplin permainan, Austria melakukan 12 pelanggaran dan menerima satu kartu kuning, sedangkan Yordania melakukan enam pelanggaran tanpa menerima kartu.
Meski akhirnya menang 3-1, Austria tidak sepenuhnya mendominasi dalam penciptaan peluang. Yordania bahkan mencatatkan jumlah tembakan lebih banyak sepanjang pertandingan. Namun, Austria unggul dalam penguasaan bola dan distribusi permainan.
Berikut statistik utama laga Austria vs Yordania:
Penguasaan bola: Austria 62 persen, Yordania 38 persen.
Total tembakan: Austria 9, Yordania 11.
Tembakan tepat sasaran: Austria 3, Yordania 4.
Akurasi operan: Austria 88 persen, Yordania 77 persen.
Jumlah operan: Austria 579, Yordania 325.
Pelanggaran: Austria 12, Yordania 6.
Kartu kuning: Austria 1, Yordania 0.
Tendangan sudut: Austria 4, Yordania 3.
Kemenangan ini membawa Austria menempati posisi kedua klasemen sementara Grup J Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Yordania harus tertahan di peringkat ketiga setelah gagal mempertahankan momentum usai sempat menyamakan kedudukan pada awal babak kedua.
Hasil tersebut membuat persaingan di Grup J masih terbuka lebar. Tambahan tiga poin menjadi modal penting bagi Austria untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya, sementara Yordania masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi pada pertandingan selanjutnya di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Chairul Mukmin, alumni UMY yang sukses menjadi juara SUCI 12 Kompas TV setelah melewati kegagalan, vakum, dan perjuangan panjang.
Ancaman DBD di Indonesia terus meluas. Guru Besar UMY mendorong pemetaan risiko berbasis GWR untuk pencegahan yang lebih tepat sasaran.
Pemkot Pekalongan kembali memasang portal Jembatan Lodji Lama untuk melindungi cagar budaya dan mencegah kerusakan akibat kendaraan berat.
Bansos Digital siap diluncurkan nasional pada akhir 2026. Prabowo akan mengecek langsung uji coba sistem Perlinsos Digital pada Juli.
Kemenhub memperoleh pagu indikatif Rp28,34 triliun pada 2027. Pemerintah mengusulkan tambahan anggaran untuk keselamatan dan layanan transportasi.
AHM dan Astra Motor Jateng meresmikan Pos AHASS TEFA di SMK Muhammadiyah 3 Weleri untuk memperkuat kompetensi siswa dan mendukung industri otomotif.