Ronaldo Bungkam Kritik dengan Brace dan Tiga Rekor Bersejarah

Jumali
Jumali Rabu, 24 Juni 2026 03:47 WIB
Ronaldo Bungkam Kritik dengan Brace dan Tiga Rekor Bersejarah

Cristiano Ronaldo/ Instagram: Fifaworldcup

Harianjogja.com, JOGJA— Cristiano Ronaldo menjawab kritik yang mengarah kepadanya dengan cara terbaik. Setelah mendapat sorotan usai penampilan kurang maksimal pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026, sang kapten tampil gemilang dengan mencetak dua gol saat membawa Portugal national football team menang telak 5-0 atas Uzbekistan di Houston Stadium, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.

Kemenangan besar tersebut sekaligus menjadi momentum kebangkitan Portugal setelah hanya bermain imbang pada pertandingan pertama. Bagi Ronaldo, laga ini juga menjadi panggung untuk menorehkan sejumlah catatan bersejarah yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.

Gol pertama Ronaldo lahir saat pertandingan baru berjalan enam menit. Memanfaatkan umpan silang akurat dari Joao Cancelo, Ronaldo menyambut bola dengan satu sentuhan untuk menaklukkan kiper Uzbekistan.

Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-39 setelah menerima umpan terobosan matang dari Bruno Fernandes. Dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti, Ronaldo menggandakan koleksi golnya sekaligus membawa Portugal semakin nyaman memimpin pertandingan.

Tiga gol Portugal lainnya dicetak oleh Nuno Mendes pada menit ke-17, gol bunuh diri kiper Uzbekistan Abduvohid Nematov pada menit ke-60, serta gol penutup dari Rafael Leao pada menit ke-87.

Tiga Rekor Sekaligus

Penampilan Ronaldo kali ini tidak hanya membantu Portugal meraih tiga poin penting, tetapi juga menghasilkan tiga rekor sekaligus.

Pertama, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Rekor itu dimulai pada Piala Dunia 2006 ketika ia membobol gawang Iran national football team dan berlanjut pada edisi 2010, 2014, 2018, 2022, hingga 2026.

Kedua, tambahan dua gol membuat koleksi gol Ronaldo di Piala Dunia menjadi 10 gol. Catatan tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang sejarah turnamen, melampaui rekor sembilan gol milik legenda Eusebio yang bertahan selama enam dekade.

Ketiga, pada usia 41 tahun 138 hari, Ronaldo kini tercatat sebagai pemain tertua kedua yang berhasil mencetak gol di putaran final Piala Dunia. Ia hanya berada di belakang legenda Kamerun, Roger Milla, yang mencetak gol pada usia 42 tahun 39 hari dalam Piala Dunia 1994.

Catatan itu juga membuat Ronaldo melampaui rekan setimnya, Pepe, yang sebelumnya menempati posisi kedua dalam daftar pemain tertua pencetak gol di Piala Dunia.

Fokus pada Kepentingan Tim

Meski mencatatkan sederet rekor, Ronaldo memilih menyoroti performa tim dibandingkan pencapaian individu.

“Saya sangat senang. Tetapi bagi saya, yang terpenting adalah kerja keras kami dan kepercayaan diri yang kami tunjukkan,” ujar Ronaldo seperti dikutip dari FIFA.

Menurutnya, Portugal menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan pertandingan sebelumnya.

“Tim tampil sangat baik dan banyak mengalami peningkatan. Seperti kata pepatah, setiap kesulitan pasti ada hikmahnya. Tentu saja, secara pribadi, rekor selalu menyenangkan, tetapi tujuan saya selalu untuk membantu tim nasional mencapai tujuannya,” katanya.

Modal Penting Menuju Laga Penentuan

Penampilan Ronaldo terasa semakin spesial karena datang setelah kritik yang mengiringinya pasca hasil imbang melawan DR Congo pada laga pembuka. Saat itu, sejumlah pihak mempertanyakan kontribusi dan kapasitasnya sebagai starter di usia yang telah menginjak 41 tahun.

Namun kepercayaan pelatih Roberto Martinez terbukti tepat. Ronaldo tampil sebagai pembeda dan menjadi inspirasi kemenangan terbesar Portugal sejauh ini di turnamen.

Hasil tersebut membawa Portugal memimpin klasemen sementara Grup K dengan empat poin. Laga terakhir melawan Colombia national football team pada 28 Juni mendatang akan menentukan posisi akhir sekaligus peluang lolos sebagai juara grup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online