FIFA Skors Assim Madibo Lima Laga Usai Patahkan Kaki Ismael Kone

Jumali
Jumali Kamis, 25 Juni 2026 10:17 WIB
FIFA Skors Assim Madibo Lima Laga Usai Patahkan Kaki Ismael Kone

Assim Madibo/Instagram: QFa

Harianjogja.com, JOGJA—Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman skorsing lima pertandingan internasional kepada gelandang timnas Qatar, Assim Madibo, setelah tekel kerasnya menyebabkan cedera serius pada pemain Kanada, Ismael Kone, dalam ajang Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diumumkan FIFA pada Rabu (24/6/2026). Madibo dinyatakan melakukan pelanggaran berat atau serious foul play dalam pertandingan Grup B antara Kanada dan Qatar yang berlangsung di Vancouver pada 18 Juni lalu.

Insiden terjadi pada menit ke-51 saat Kanada tengah unggul 3-0. Kone yang sedang membawa bola menuju area pertahanan Qatar mendapat tekel dari belakang oleh Madibo.

Situasi tersebut langsung memicu kepanikan di lapangan. Sejumlah pemain yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk bek Kanada Jay Idzes, tampak menyadari tingkat keparahan cedera yang dialami Kone.

Pelatih Kanada Jesse Marsch bahkan mengungkapkan bahwa suara patah tulang terdengar hingga ke area bangku cadangan.

Kone segera mendapatkan penanganan medis sebelum ditandu keluar lapangan. Meski menahan rasa sakit, gelandang berusia 24 tahun itu masih sempat memberikan isyarat jempol kepada para penonton yang memberikan dukungan.

Pemeriksaan lanjutan di rumah sakit menunjukkan bahwa Kone mengalami patah tulang tibia dan fibula pada kaki kiri. Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi dan diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan sekitar empat hingga lima bulan.

Akibat cedera tersebut, perjalanan Kone di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat. Selain itu, awal musim kompetisi 2026/2027 bersama klubnya juga terancam terganggu.

FIFA Jatuhkan Hukuman Tambahan

Saat pertandingan berlangsung, wasit langsung mengeluarkan kartu merah kepada Madibo setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR).

Namun FIFA menilai kartu merah saja tidak cukup. Komite Disiplin kemudian memutuskan menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan tampil dalam lima pertandingan internasional.

Sanksi tersebut membuat Madibo dipastikan absen dalam sejumlah agenda resmi tim nasional Qatar berikutnya. Meski demikian, FIFA masih membuka ruang bagi pemain maupun federasi untuk mengajukan banding melalui Komite Banding FIFA.

Madibo Minta Maaf

Di tengah sorotan atas insiden tersebut, Madibo dilaporkan menunjukkan penyesalan mendalam.

Usai pertandingan, pemain berusia 29 tahun itu disebut langsung mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf secara pribadi kepada Kone. Beberapa laporan juga menyebut Madibo sangat terpukul setelah mengetahui tingkat keparahan cedera yang dialami lawannya.

Sementara itu, beberapa hari setelah menjalani operasi, Kone menyampaikan pesan kepada para pendukung melalui media sosial.

"Anda tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya saya kepada semua orang yang menghubungi saya dan mendoakan saya," tulis Kone.

Qatar Tersingkir, Kanada Lolos

Terlepas dari insiden tersebut, Kanada berhasil menuntaskan fase grup dengan hasil positif. Kemenangan telak 6-0 atas Qatar menjadi salah satu modal penting yang mengantarkan mereka lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup B.

Sebaliknya, Qatar gagal melanjutkan perjalanan di turnamen. Tim asuhan Tintín Márquez mengakhiri fase grup sebagai juru kunci setelah hanya mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan.

Kekalahan 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina pada laga terakhir memastikan langkah Qatar terhenti lebih awal di Piala Dunia 2026.

Hukuman yang diterima Madibo memang tergolong berat, namun masih lebih ringan dibandingkan beberapa kasus disiplin terkenal dalam sejarah Piala Dunia. Salah satu yang paling dikenang adalah sanksi sembilan pertandingan internasional yang dijatuhkan kepada Luis Suarez pada Piala Dunia 2014 setelah insiden menggigit Giorgio Chiellini.

Meski demikian, kasus Madibo kembali menjadi pengingat bahwa satu pelanggaran di lapangan dapat membawa konsekuensi besar, baik bagi pemain yang melakukan maupun bagi korban yang harus kehilangan kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online