Prancis Waspadai Kejutan Swedia di Babak 32 Besar

Jumali
Jumali Senin, 29 Juni 2026 21:07 WIB
Prancis Waspadai Kejutan Swedia di Babak 32 Besar

Prancis vs Swedia/Instagram: equipedefrance


Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Prancis memasuki babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan modal meyakinkan setelah menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup. Meski demikian, pelatih Didier Deschamps belum sepenuhnya puas dan menyiapkan sejumlah perubahan taktik untuk menghadapi Swedia pada Selasa (30/6/2026).

Perubahan utama disiapkan di sektor kiri pertahanan dan serangan Prancis. Evaluasi yang dilakukan tim pelatih menunjukkan masih terdapat ruang perbaikan dalam keseimbangan permainan, terutama ketika menghadapi serangan balik lawan.

Les Bleus melangkah ke fase gugur sebagai juara Grup I dengan catatan sempurna. Prancis mengalahkan Senegal, Irak, dan Norwegia serta mengoleksi total 10 gol dalam tiga pertandingan. Produktivitas tersebut menempatkan mereka sebagai salah satu tim paling tajam sepanjang fase grup.

Performa impresif itu tidak lepas dari kontribusi trio penyerang Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise. Ketiganya menjadi motor serangan yang membuat lini depan Prancis tampil sangat berbahaya.

Meski demikian, Deschamps ingin timnya tampil lebih seimbang. Posisi bek kiri yang sebelumnya ditempati Theo Hernandez diperkirakan akan diberikan kepada Lucas Digne. Pergantian ini diharapkan mampu meningkatkan soliditas pertahanan sekaligus memperlancar distribusi bola dari area sayap kiri.

Perubahan juga disiapkan di lini serang. Bradley Barcola berpeluang tampil sejak menit awal menggantikan Desire Doue. Kecepatan dan kemampuan Barcola dalam membuka ruang diyakini dapat memberikan variasi serangan yang lebih efektif bagi Prancis.

Dengan kombinasi tersebut, Deschamps berharap sisi kiri timnya mampu memberikan kontribusi lebih besar baik saat menyerang maupun bertahan.

Kabar positif lainnya datang dari lini belakang. William Saliba diperkirakan kembali mengisi jantung pertahanan setelah sebelumnya tidak tampil penuh. Kehadirannya dinilai penting untuk menjaga stabilitas pertahanan ketika menghadapi tekanan lawan.

Di lini depan, Mbappe tetap menjadi tumpuan utama. Kapten Prancis itu akan mendapat dukungan dari Dembele yang sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak hattrick saat menghadapi Norwegia. Sementara itu, Michael Olise terus menunjukkan kreativitasnya dalam membangun serangan.

Prancis juga memiliki kedalaman skuad yang kuat. Nama-nama seperti Rayan Cherki, Jean-Philippe Mateta, dan Marcus Thuram siap memberikan tambahan tenaga apabila dibutuhkan sepanjang pertandingan.

Di kubu lawan, Swedia lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup F. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, tetapi kemudian kalah 1-5 dari Belanda sebelum bermain imbang 1-1 melawan Jepang.

Meski tidak diunggulkan, Swedia tetap memiliki sejumlah pemain yang berpotensi merepotkan Prancis. Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Anthony Elanga menjadi andalan utama dalam membangun serangan.

Mantan penyerang Inggris, Gary Lineker, menilai kualitas lini depan Prancis masih berada di atas Swedia. Namun, ia mengingatkan bahwa tim asuhan Deschamps tetap memiliki celah ketika terlalu banyak mengerahkan pemain untuk menyerang.

"Swedia memiliki Alexander Isak, Viktor Gyokeres, dan Anthony Elanga. Mereka bukan tim yang buruk, tetapi daya gedor mereka masih jauh di bawah Prancis," ujar Lineker kepada harian olahraga Prancis L'Equipe.

Menurutnya, kemampuan mencetak gol yang dimiliki Prancis menjadi faktor pembeda utama dalam pertandingan ini. Jika mampu mengatasi ancaman serangan balik Swedia, Les Bleus berpeluang besar melangkah ke babak 16 besar.

Pemenang laga Prancis melawan Swedia akan menghadapi pemenang pertandingan antara Jerman dan Paraguay pada fase berikutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online