Manchester City Resmi Tunjuk Enzo Maresca Jadi Pengganti Guardiola
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Timnas Belanda/Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Belanda dan Spanyol kini tercatat sebagai dua negara dengan rekor paling buruk dalam sejarah adu penalti di ajang FIFA World Cup. Keduanya sama-sama telah menelan empat kekalahan di titik putih, menjadikan mereka simbol dari kerasnya drama adu penalti di turnamen sepak bola paling bergengsi dunia.
Catatan pahit tersebut kembali bertambah bagi Belanda setelah mereka disingkirkan oleh Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) waktu setempat. Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Belanda sebenarnya berada dalam posisi sangat menguntungkan. Mereka sempat unggul 1-0 hingga menit ke-90 dan hanya tinggal selangkah menuju babak 16 besar. Namun, situasi berubah drastis ketika Maroko mencetak gol penyeimbang di masa injury time melalui sundulan yang membuat laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Gol tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan sepenuhnya. Meski kedua tim gagal menambah gol di perpanjangan waktu, tekanan mental di babak adu penalti menjadi faktor penentu yang kembali merugikan Belanda.
Dalam drama tersebut, tiga eksekutor Belanda gagal menjalankan tugasnya, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville. Salah satu momen paling disorot adalah kegagalan Kluivert yang tendangannya hanya membentur tiang gawang, menjadi simbol dari runtuhnya harapan De Oranje.
Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, mengakui bahwa kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena timnya sudah berada di jalur kemenangan sebelum akhirnya kehilangan fokus di menit akhir.
“Rencana permainan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, di injury time, kami terdesak. Kemudian berlanjut ke adu penalti dan kemudian, sayangnya, kami tersingkir. Tentu saja selalu ada hal-hal yang bisa diperbaiki, tetapi itu tidak bisa membantu kami sekarang,” ujarnya.
Kekalahan ini sekaligus memperkuat reputasi buruk Belanda sebagai tim yang paling sering tersingkir dari Piala Dunia tanpa kalah dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu. Fenomena ini terjadi berulang pada edisi 2014, 2022, hingga 2026, yang menunjukkan bahwa masalah utama mereka kerap muncul di fase tekanan tinggi.
Maroko sendiri mencatat sejarah baru dengan keberhasilan melangkah ke babak 16 besar dan memperpanjang catatan positif mereka di turnamen ini. Kemenangan tersebut membuat mereka semakin percaya diri menghadapi laga berikutnya melawan Kanada.
Berikut daftar negara dengan jumlah kekalahan adu penalti terbanyak di Piala Dunia:
- Belanda – 4 kali (1998 vs Brasil, 2014 vs Argentina, 2022 vs Argentina, 2026 vs Maroko)
- Spanyol – 4 kali (1986 vs Belgia, 2002 vs Korea, 2018 vs Rusia, 2022 vs Maroko)
- Prancis – 3 kali (1982, 2006, 2022)
- Italia – 3 kali (1990, 1994, 1998)
- Inggris – 3 kali (1990, 1998, 2006)
Catatan ini menegaskan bahwa adu penalti kerap menjadi momen paling kejam dalam sepak bola, di mana performa sepanjang pertandingan bisa runtuh hanya dalam beberapa tendangan singkat yang menentukan nasib sebuah negara di panggung dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Kemkomdigi ungkap spam judi online naik 128 persen dan banyak menyasar akun influencer daerah di media sosial.
Embarkasi haji YIA Kulonprogo sukses menyelesaikan operasional perdana, Kemenhaj DIY siap tampung kuota tambahan jemaah.
Jerman dan Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 lewat adu penalti, menegaskan bahwa dominasi bola tak menjamin kemenangan.
Pelepasan ini menandai dimulainya Program Beasiswa Internal Jenjang Magister Luar Negeri Batch IV Tahun 2026.