Singapura Turun di Ranking FIFA Usai Kalah 0-6 dari Malaysia
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Timnas Belanda/Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Belanda dan Spanyol kini tercatat sebagai dua negara dengan rekor paling buruk dalam sejarah adu penalti di ajang FIFA World Cup. Keduanya sama-sama telah menelan empat kekalahan di titik putih, menjadikan mereka simbol dari kerasnya drama adu penalti di turnamen sepak bola paling bergengsi dunia.
Catatan pahit tersebut kembali bertambah bagi Belanda setelah mereka disingkirkan oleh Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) waktu setempat. Pertandingan berakhir dengan skor 2-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Belanda sebenarnya berada dalam posisi sangat menguntungkan. Mereka sempat unggul 1-0 hingga menit ke-90 dan hanya tinggal selangkah menuju babak 16 besar. Namun, situasi berubah drastis ketika Maroko mencetak gol penyeimbang di masa injury time melalui sundulan yang membuat laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Gol tersebut menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan sepenuhnya. Meski kedua tim gagal menambah gol di perpanjangan waktu, tekanan mental di babak adu penalti menjadi faktor penentu yang kembali merugikan Belanda.
Dalam drama tersebut, tiga eksekutor Belanda gagal menjalankan tugasnya, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville. Salah satu momen paling disorot adalah kegagalan Kluivert yang tendangannya hanya membentur tiang gawang, menjadi simbol dari runtuhnya harapan De Oranje.
Kapten Timnas Belanda, Virgil van Dijk, mengakui bahwa kekalahan tersebut sangat menyakitkan karena timnya sudah berada di jalur kemenangan sebelum akhirnya kehilangan fokus di menit akhir.
“Rencana permainan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, di injury time, kami terdesak. Kemudian berlanjut ke adu penalti dan kemudian, sayangnya, kami tersingkir. Tentu saja selalu ada hal-hal yang bisa diperbaiki, tetapi itu tidak bisa membantu kami sekarang,” ujarnya.
Kekalahan ini sekaligus memperkuat reputasi buruk Belanda sebagai tim yang paling sering tersingkir dari Piala Dunia tanpa kalah dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu. Fenomena ini terjadi berulang pada edisi 2014, 2022, hingga 2026, yang menunjukkan bahwa masalah utama mereka kerap muncul di fase tekanan tinggi.
Maroko sendiri mencatat sejarah baru dengan keberhasilan melangkah ke babak 16 besar dan memperpanjang catatan positif mereka di turnamen ini. Kemenangan tersebut membuat mereka semakin percaya diri menghadapi laga berikutnya melawan Kanada.
Berikut daftar negara dengan jumlah kekalahan adu penalti terbanyak di Piala Dunia:
- Belanda – 4 kali (1998 vs Brasil, 2014 vs Argentina, 2022 vs Argentina, 2026 vs Maroko)
- Spanyol – 4 kali (1986 vs Belgia, 2002 vs Korea, 2018 vs Rusia, 2022 vs Maroko)
- Prancis – 3 kali (1982, 2006, 2022)
- Italia – 3 kali (1990, 1994, 1998)
- Inggris – 3 kali (1990, 1998, 2006)
Catatan ini menegaskan bahwa adu penalti kerap menjadi momen paling kejam dalam sepak bola, di mana performa sepanjang pertandingan bisa runtuh hanya dalam beberapa tendangan singkat yang menentukan nasib sebuah negara di panggung dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.
Eksim dapat berlangsung lama dan berulang. Kenali pemicu serta perubahan kondisi kulit untuk membantu mencegah kekambuhan.
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Sejarah dan budaya dinilai memperkuat wisata gastronomi Indonesia. Kuliner Jogja menjadi contoh makanan yang memiliki cerita dan filosofi.
BPBD Kota Jogja mendorong pengaktifan kembali kentongan sebagai alat peringatan dini bencana berbasis masyarakat saat komunikasi terganggu.