Taru Martani Bantah Tak Terapkan SUSU, Ini Hasil Pemeriksaan Disnakertrans DIY
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Timnas Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga yang digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) ist/fifa
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Prancis datang dengan kepercayaan diri tinggi saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga yang digelar di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (1/7/2026) pagi WIB ini diprediksi berlangsung sengit meski Les Bleus lebih diunggulkan.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menegaskan anak asuhnya siap menghadapi fase gugur dengan mental kuat. Tiga kemenangan beruntun di fase grup menjadi modal penting, namun ia mengingatkan bahwa atmosfer pertandingan akan jauh berbeda.
“Tujuan kami adalah tetap percaya diri. Sekarang kami memasuki fase baru,” ujarnya dikutip dari laman fifa.com, Selasa (30/6/2026).
Sepanjang fase grup, Prancis tampil impresif dengan menyapu bersih kemenangan. Mereka menundukkan Senegal 3-1, mengalahkan Irak 3-0, dan menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Norwegia. Catatan ini menjadi salah satu performa terbaik mereka di fase grup sepanjang sejarah Piala Dunia.
Meski begitu, Deschamps tidak ingin anak asuhnya terlena. Ia menekankan bahwa pertandingan sistem gugur tidak memberi ruang kesalahan sedikit pun.
“Tidak ada kesempatan kedua di fase ini. Tapi bukan berarti kami harus bermain dengan takut,” katanya.
Di sisi lain, gelandang Adrien Rabiot juga mengingatkan pentingnya menjaga fokus. Menurutnya, label favorit juara justru bisa menjadi jebakan jika tidak disikapi dengan tepat.
“Kami bisa saja terlena, tetapi sejauh ini kami mampu menjaga performa,” ujarnya.
Prediksi Susunan Pemain
Prancis (4-3-3):
Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Theo Hernandez; Tchouameni, Rabiot, Camavinga; Dembele, Mbappe, Coman
Swedia (4-4-2):
Olsen; Lustig, Lindelof, Hien, Augustinsson; Kulusevski, Cajuste, Ekdal, Forsberg; Isak, Gyokeres
Analisis Pertandingan
Secara kualitas skuad, Prancis masih berada di atas Swedia. Lini depan yang dihuni pemain-pemain cepat dan kreatif menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan. Namun Swedia dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan solid dan disiplin tinggi.
Kunci pertandingan diprediksi berada pada duel lini tengah dan efektivitas serangan balik Swedia. Jika Prancis mampu mencetak gol cepat, mereka berpeluang mengontrol jalannya laga.
Prediksi Skor
Prancis diprediksi menang dengan skor 2-0 atas Swedia, namun laga tidak akan berjalan mudah terutama di babak pertama.
Dengan performa yang konsisten dan kedalaman skuad yang lebih baik, Les Bleus berpeluang besar melangkah ke babak berikutnya. Namun satu kesalahan kecil di fase gugur bisa berakibat fatal, sehingga konsentrasi penuh menjadi harga mati bagi kedua tim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.