Messi Didenda MLS Usai Tampar Leher Pemain Philadelphia Union
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Australia vs Mesir/REUTERS-Hannah Mckay
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Mesir mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada babak 32 besar. Hasil tersebut memastikan langkah The Pharaohs ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak penampilan terakhir mereka di fase tersebut pada 1934.
Pertandingan yang berlangsung di Dallas Stadium, Dallas, berjalan ketat dan penuh tekanan. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir, sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Mesir tampil lebih meyakinkan pada babak pertama dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-20. Emam Ashour mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambut umpan Karim Hafez dengan sundulan yang gagal diantisipasi lini pertahanan Australia.
Gol tersebut membuat Mesir semakin percaya diri. Wakil Afrika itu mampu mengontrol tempo permainan dan membatasi peluang yang dimiliki Australia hingga turun minum.
Namun, situasi berubah setelah jeda. Australia meningkatkan intensitas serangan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55. Upaya menghalau bola yang dilakukan Mohamed Hany justru berakhir di gawang sendiri sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Gol bunuh diri tersebut membangkitkan semangat Socceroos. Australia mulai lebih agresif menekan pertahanan Mesir, sementara tim Afrika itu mengandalkan serangan balik untuk mencari peluang tambahan.
Meski kedua tim silih berganti menyerang, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Pada extra time, duel berlangsung lebih hati-hati. Kedua tim tampak enggan mengambil risiko terlalu besar karena satu kesalahan kecil bisa berujung pada kegagalan melangkah ke babak berikutnya.
Australia bahkan melakukan pergantian penjaga gawang menjelang akhir perpanjangan waktu dengan memasukkan Mat Ryan sebagai persiapan menghadapi adu penalti. Namun strategi tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil akhir pertandingan.
Saat penentuan dari titik putih, para eksekutor Mesir tampil lebih tenang. Mereka berhasil memaksimalkan peluang yang dimiliki, sementara Australia gagal mengonversi seluruh kesempatan yang tersedia.
Mesir akhirnya menutup adu penalti dengan kemenangan 4-2 dan memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi sepak bola Mesir. Setelah menunggu selama 92 tahun, mereka akhirnya kembali menembus fase gugur Piala Dunia dan menjaga asa untuk melangkah lebih jauh di turnamen paling bergengsi tersebut.
Hasil tersebut juga mempertegas kebangkitan Mesir di Piala Dunia 2026. Setelah tampil impresif sejak fase grup, kemenangan atas Australia membuat mereka kini menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan pada babak selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.
Pria 40 tahun ditemukan tewas penuh luka di rumah warga Pajangan Bantul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.