Trail Run Dongkrak Sport Tourism Jateng, Muria Jadi Andalan

Newswire
Newswire Sabtu, 04 Juli 2026 20:47 WIB
Trail Run Dongkrak Sport Tourism Jateng, Muria Jadi Andalan

Para pelari meramaikan "Road to Muria Trail Run" di Stadion Jatidiri Kota Semarang, Sabtu (4/7/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Harianjogja.com, SEMARANG — Tren olahraga lari lintas alam atau trail run kian berkembang pesat di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melihat fenomena ini sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sport tourism sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, menyatakan bahwa penyelenggaraan event trail run di berbagai daerah menjadi strategi penting untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis olahraga. Bahkan, Pemprov Jateng menargetkan setiap wilayah memiliki agenda serupa.

“Kami ingin ke depan seluruh daerah di Jawa Tengah memiliki event trail run. Ini bagian dari pengembangan sport tourism yang berdampak luas,” ujar Sumarno saat membuka acara “Road to Muria Trail Run” di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 pelari dari 13 komunitas lari dan menjadi ajang pemanasan menuju Muria Trail Run 2026 yang akan digelar pada 1–2 Agustus mendatang di Desa Rahtawu, Kudus, kawasan lereng Gunung Muria.

Para peserta terlebih dahulu mengikuti fun run sejauh 5 kilometer sebelum mendapatkan gambaran lebih detail mengenai konsep lomba utama. Antusiasme komunitas lari dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan event ini.

Event Director Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, menjelaskan bahwa rangkaian promosi telah dilakukan secara bertahap, termasuk dua kali pelaksanaan di Kudus sebelumnya. Melalui kegiatan di Semarang, pihaknya ingin menjangkau lebih banyak komunitas pelari di wilayah perkotaan.

“Muria Trail Run tidak hanya soal berlari, tetapi menghadirkan pengalaman menyatu dengan alam sekaligus mengusung konsep Eco Green Sport Tourism,” jelasnya.

Mengangkat tema “Stride for Sustainability”, event ini memadukan olahraga, pariwisata, dan kepedulian lingkungan. Peserta diajak menikmati keindahan alam lereng Gunung Muria sembari berkontribusi menjaga kelestarian kawasan tersebut.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, panitia menargetkan lebih dari 500 peserta, meningkat signifikan dibanding edisi perdana. Hingga awal Juli 2026, sekitar 80 persen kuota telah terisi, sementara pendaftaran masih dibuka hingga 18 Juli.

Muria Trail Run 2026 menghadirkan berbagai kategori lomba, mulai dari 8K, 15K, 30K, hingga 45K, termasuk kategori master untuk pelari usia di atas 40 tahun.

Tak hanya fokus pada olahraga, penyelenggaraan tahun ini juga mengangkat konsep budaya lokal melalui tema “Hajatan Rahtawu”. Peserta akan disambut dengan suasana khas pedesaan lengkap dengan kuliner tradisional, dekorasi budaya, serta keterlibatan aktif warga setempat.

Konsep ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, mulai dari sektor penginapan, transportasi, hingga penyediaan konsumsi dan kebutuhan acara lainnya.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat langsung sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan,” ujar Yuda.

Dengan kombinasi olahraga, pariwisata, dan budaya lokal, Muria Trail Run 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event unggulan yang mampu mengangkat citra Jawa Tengah sebagai destinasi sport tourism nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online