Mbappe Pecahkan Rekor Baru Piala Dunia, Messi dan Ronaldo Tertinggal

Jumali
Jumali Minggu, 05 Juli 2026 13:27 WIB
Mbappe Pecahkan Rekor Baru Piala Dunia, Messi dan Ronaldo Tertinggal

Kylian Mbappe/Instagram: equipedefrance

Harianjogja.com, JOGJA—Kylian Mbappe kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain paling menentukan dalam sejarah Piala Dunia.

Penyerang andalan Prancis itu sukses memperlebar rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di fase gugur setelah kembali mencatatkan namanya di papan skor pada Piala Dunia 2026.

Gol yang dicetak Mbappe saat membawa Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 pada babak 16 besar membuat koleksi golnya di fase knockout mencapai 11 gol. Berdasarkan laman FIFA, catatan tersebut menjadi rekor baru yang belum pernah dicapai pemain mana pun dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Ketajaman Mbappe di fase hidup-mati kembali terlihat sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelum menghadapi Paraguay, pemain berusia 27 tahun tersebut lebih dulu mencetak dua gol ketika Prancis menundukkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar. Tambahan dua gol itu membuatnya melampaui sejumlah legenda sepak bola dunia yang selama ini mendominasi daftar pencetak gol terbanyak fase gugur.

Dengan total 11 gol dari 10 pertandingan babak knockout, Mbappe kini berdiri sendirian di puncak daftar sejarah. Rata-rata produktivitasnya mencapai 1,1 gol per pertandingan, angka yang menunjukkan konsistensi luar biasa saat tekanan kompetisi berada pada titik tertinggi.

Rekor tersebut sekaligus memperlebar jarak Mbappe dari sejumlah nama besar yang selama bertahun-tahun menghiasi panggung Piala Dunia. Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, sebelumnya mengoleksi delapan gol dalam 10 pertandingan fase gugur. Sementara kapten Argentina, Lionel Messi, mengumpulkan enam gol dari 13 laga knockout.

Mbappe juga melampaui rekor milik penyerang legendaris Brasil era 1930-an, Leonidas, yang mencetak delapan gol hanya dalam lima pertandingan fase gugur. Meski Leonidas memiliki rasio gol yang impresif, total gol Mbappe kini menjadi yang tertinggi dalam sejarah kompetisi.

Perjalanan rekor tersebut dibangun secara konsisten dalam tiga edisi Piala Dunia. Pada turnamen 2018 di Rusia, Mbappe mencetak tiga gol di fase gugur, termasuk dua gol saat menyingkirkan Argentina dan satu gol pada partai final melawan Kroasia yang membawa Prancis meraih gelar juara dunia.

Empat tahun kemudian di Qatar, produktivitasnya meningkat drastis. Mbappe mencetak lima gol hanya dalam empat pertandingan fase gugur. Penampilan paling bersejarah terjadi pada final melawan Argentina ketika ia mencetak hattrick yang membuat pertandingan menjadi salah satu final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Ketajaman tersebut berlanjut di Piala Dunia 2026. Dua gol ke gawang Swedia dan satu gol penalti ke gawang Paraguay menjadi bukti bahwa Mbappe tetap mampu tampil sebagai pembeda ketika timnya membutuhkan kemenangan.

Pencapaian itu juga memperkuat reputasinya sebagai pemain yang selalu bersinar di panggung terbesar. Berbeda dengan banyak pemain yang kesulitan menjaga performa di fase gugur, Mbappe justru menunjukkan kemampuan terbaiknya saat pertandingan memasuki momen krusial.

Perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 pun masih berlanjut. Les Bleus telah memastikan tempat di babak perempat final dan dijadwalkan menghadapi Maroko dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit. Kesempatan tersebut membuka peluang bagi Mbappe untuk kembali menambah koleksi golnya sekaligus memperlebar rekor yang telah ia ciptakan.

Selain memburu prestasi bersama tim nasional, Mbappe juga masih berada dalam persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Dengan torehan tujuh gol sepanjang turnamen sejauh ini, ia menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengakhiri kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak.

Usianya yang masih 27 tahun membuat peluang Mbappe untuk terus menambah catatan bersejarah tersebut masih sangat terbuka. Jika mampu menjaga konsistensi dan kebugarannya, bukan tidak mungkin ia akan meninggalkan rekor yang sulit dikejar generasi pemain berikutnya.

Di tengah persaingan ketat sepak bola modern, Mbappe kini tidak hanya mengejar trofi dan penghargaan individu. Ia juga sedang membangun warisan yang berpotensi menempatkannya sejajar dengan nama-nama terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online