Media Brasil Murka: Ancelotti Buruk, Neymar Skandal

Jumali
Jumali Senin, 06 Juli 2026 09:57 WIB
Media Brasil Murka: Ancelotti Buruk, Neymar Skandal

Neymar menangis/ Instagram: Reuterssport


Harianjogja.com, JOGJA—Kekalahan memalukan Brasil dari Norwegia dengan skor 1-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari media di negara tersebut.

Hasil ini tidak hanya mengakhiri langkah Selecao lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi juga mencatatkan periode terpanjang tanpa gelar Piala Dunia sejak pertama kali menjadi juara pada 2002. Kekalahan ini juga mengindikasikan laga terakhir Neymar bersama Timnas Brasil, dengan sang penyerang berusia 34 tahun tampak menangis setelah peluit akhir berbunyi.

Sementara Brasil harus pulang lebih awal, Norwegia justru mencetak sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya, berkat dua gol Erling Haaland yang menjadi momok bagi pertahanan Brasil.

Dilansir dari Marca, media Brasil menyoroti berbagai aspek dari kekalahan tersebut, mulai dari penampilan Haaland hingga keputusan pelatih Carlo Ancelotti yang dinilai gagal.

Globoesporte menempatkan Erling Haaland sebagai pusat perhatian dalam laporannya dengan judul seperti, "Haaland mendominasi, Brasil jatuh ke Norwegia dan menderita kekeringan terpanjang di Piala Dunia" serta "Haaland mendominasi Brasil." Media ini juga mengulas penampilan tim secara keseluruhan melalui tulisan Rodrigo Coutinho berjudul "Permisivitas dan ketidaktepatan menandai eliminasi Brasil."

ESPN Brasil juga menyoroti ketajaman Haaland, menulis, "Brasil dihancurkan oleh Haaland yang 'tak terelakkan' dan mengucapkan selamat tinggal pada Piala Dunia dengan kekalahan keenam berturut-turut melawan tim-tim Eropa." Media ini turut membahas penampilan terakhir Neymar di Piala Dunia: "Neymar banyak menangis dan menjalani 'tarian terakhir' yang pahit di Piala Dunia dengan hanya 55 menit bermain dan satu gol di sentuhan terakhir."

Kolumnis ESPN Brasil, Paulo Cobos, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sepak bola Brasil. Ia menulis, "kekalahan dari Norwegia adalah bab menyedihkan lainnya dalam lanskap sepak bola yang perlahan-lahan sekarat, seperti sepak bola Brasil" dan "kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026 seharusnya tidak mengejutkan siapa pun." Cobos juga menyebut keputusan memanggil Neymar sebagai sesuatu yang "aneh" serta menggambarkan penampilan Carlo Ancelotti sebagai "bencana."

Carlo Ancelotti Jadi Sasaran Kritik

Media UOL menyoroti keputusan Carlo Ancelotti sepanjang pertandingan melawan Norwegia. Jurnalis Arnaldo Ribeiro menilai pelatih asal Italia itu gagal mengambil keputusan pada laga penting. "Ancelotti sangat buruk dalam pertandingan yang menentukan." Ia juga mengkritik pergantian pemain pada babak kedua. "Dalam perubahan terakhir, dengan mengganti pemain sayap dengan Endrick dan Neymar, memenuhi permintaan populer, dia menghancurkan tim. Bukan Neymar yang meninggal memeluk Ancelotti, tetapi Ancelotti yang meninggal memeluk Neymar," katanya.

Jurnalis Pedro Lopes dan Thiago Arantes juga memberikan penilaian serupa. Mereka menulis, "Penampilan terburuk Brasil di Piala Dunia sejak 1990 juga merupakan penampilan terburuk dalam karier Carlo Ancelotti dengan tim papan atas." Sementara itu, Mauro Cezar Pereira mempertanyakan strategi permainan Ancelotti, terutama keputusan memasukkan Neymar pada babak kedua.

Di media yang sama, Milly Lacombe memberikan kritik tajam melalui kolom opininya berjudul "Brasil: kecil, pengecut, didominasi, konyol, memalukan." Ia juga menulis, "Pemanggilan Neymar adalah skandal" dan "Brasil ini bukan Brasil rakyat; itu adalah Brasil kekuasaan. Brasil yang benar-benar tercela dan individualistis."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online