Antonelli Kehilangan Peluang Juara Akibat Masalah Mobil
Kimi Antonelli gagal meraih poin di GP Inggris 2026 setelah masalah teknis dan penalti menghancurkan peluangnya merebut kemenangan di Silverstone.
Ilustrasi balapan Formula 1 - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Harapan besar Kimi Antonelli untuk menambah koleksi kemenangan musim ini berakhir dengan kekecewaan mendalam di Grand Prix Inggris 2026. Pebalap muda Mercedes tersebut gagal meraih poin setelah serangkaian masalah teknis dan hukuman penalti menghancurkan peluangnya bersaing di barisan depan.
Balapan di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2026), sejatinya berjalan menjanjikan bagi Antonelli. Setelah sempat kehilangan posisi dari pole position pada awal lomba, pebalap Italia itu mampu kembali menunjukkan kecepatannya dan masuk dalam persaingan perebutan kemenangan.
Antonelli bahkan berhasil menyalip beberapa rival utama dan perlahan memangkas jarak dengan pemimpin lomba, Charles Leclerc dari Ferrari. Dengan strategi ban yang lebih segar, ia terus mendekat dan mulai dianggap sebagai ancaman serius bagi Leclerc menjelang akhir balapan.
Namun momentum tersebut berubah drastis saat balapan memasuki lap ke-41.
Komponen pelindung roda kiri depan mobil Mercedes miliknya mengalami kerusakan dan terlepas. Gangguan itu membuat keseimbangan mobil terganggu sehingga Antonelli kesulitan mengendalikan kendaraan, terutama saat memasuki tikungan berkecepatan tinggi.
Masalah tersebut memaksanya masuk pit lane tambahan untuk melakukan perbaikan. Upaya penyelamatan balapan justru membuat posisinya terjun bebas dari kelompok depan hingga keluar dari persaingan podium.
Kesulitan belum berakhir. Akibat kendala pengendalian mobil, Antonelli beberapa kali melewati batas lintasan dan akhirnya dijatuhi penalti lima detik oleh steward.
Ketika peluang mengamankan satu poin di posisi kesepuluh masih terbuka, insiden lain kembali merugikannya. Mobil keselamatan atau Safety Car keluar menjelang akhir lomba setelah kecelakaan yang melibatkan juara dunia bertahan, Max Verstappen.
Netralisasi balapan membuat jarak antarpebalap kembali rapat. Kondisi itu membuat penalti lima detik yang diterima Antonelli menjadi sangat merugikan. Saat balapan berakhir, ia terlempar hingga posisi ke-16 dan gagal membawa pulang poin.
“Saya tidak bisa mempercayainya karena situasi berjalan dari buruk menjadi lebih buruk,” kata Antonelli dikutip dari Formula1.
Menurut dia, setelah pit stop terakhir, mobil masih cukup kompetitif meski kehilangan banyak performa aerodinamika. Ia bahkan merasa peluang bertahan di zona poin masih terbuka sebelum Safety Car menghapus seluruh keunggulan waktu yang berhasil dibangunnya.
“Saya pikir posisi ke-10 masih sangat mungkin dicapai. Tetapi kemudian Safety Car keluar dan saya tahu semuanya sudah berakhir,” ujarnya.
Hasil buruk di Silverstone menjadi pukulan telak bagi Antonelli yang sebelumnya tampil dominan. Sebelum GP Inggris, ia sukses meraih lima kemenangan beruntun dan dianggap sebagai kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 musim ini.
Kegagalan meraih poin membuat keunggulannya atas rekan setim sekaligus pesaing terdekat, George Russell, menyusut menjadi 25 poin. Jarak tersebut turun signifikan dibandingkan sebelum balapan yang masih mencapai 40 poin.
Antonelli mengakui periode sulit mulai menghampirinya setelah musim berjalan relatif mulus. Dalam tiga balapan terakhir, ia sudah dua kali gagal finis sesuai harapan akibat persoalan teknis yang berada di luar kendalinya.
Sebelumnya, peluang finis kedua di GP Spanyol juga lenyap karena masalah serupa yang menimpa mobil Mercedes miliknya pada lap-lap akhir.
“Kami menjalani lima balapan dan lima kemenangan berturut-turut. Mungkin semuanya berjalan terlalu mudah bagi saya,” katanya.
Meski kecewa, pebalap berusia 19 tahun itu menegaskan tidak ingin larut dalam kegagalan. Ia memilih menjadikan pengalaman di Silverstone sebagai pelajaran penting untuk menghadapi paruh kedua musim.
“Sangat disayangkan karena saya merasa memiliki peluang nyata untuk menang. Tetapi yang paling penting sekarang adalah kami bangkit lebih kuat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli gagal meraih poin di GP Inggris 2026 setelah masalah teknis dan penalti menghancurkan peluangnya merebut kemenangan di Silverstone.
4 tim lolos perempat final Piala Dunia 2026: Maroko, Prancis, Norwegia, dan Inggris. Inggris kalahkan Meksiko 3-2 di Azteca, Norwegia singkirkan Brasil.
6 penyebab notifikasi WhatsApp telat masuk: koneksi bermasalah, notifikasi mati, data latar belakang, mode Jangan Ganggu, aplikasi usang, dan perlu restart.
Gelombang panas ekstrem di Perancis tewaskan 2.025 orang dalam sepekan. Suhu 40°C, rumah sakit penuh, kamar mayat kewalahan. Krisis iklim semakin nyata.
Brasil tersingkir di 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Ancelotti sebut ini awal siklus baru, bukan akhir
Tiga pemain Norwegia di Piala Dunia 2026 ternyata merupakan putra anggota skuad Norwegia pada Piala Dunia 1994. Kisah lintas generasi menarik perhatian dunia.