PSIM Jogja Lepas Rahmatsho Jelang Super League 2026/2027
PSIM Jogja tidak memperpanjang kontrak Rahmatsho Rahmatzoda usai evaluasi skuad untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Pelatih Pasuruan United sekaligus legenda sepak bola Indonesia, Bio Paulin usai membawa timnya memenangkan laga semifinal Liga 4 melawan Persinga Ngawi di Stadion Mandala Krida, Jogja, pada Rabu (8/7/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kesuksesan Pasuruan United melaju ke final Liga 4 Nasional sekaligus mengamankan tiket promosi ke Liga 3 Nusantara musim depan menjadi awal babak baru bagi Bio Paulin. Mantan bek tangguh Persipura Jayapura itu kini tengah merintis karier kepelatihan dengan satu impian besar, yakni suatu saat menangani Timnas Indonesia.
Keberhasilan tersebut diraih setelah Pasuruan United menundukkan Persinga Ngawi lewat adu penalti dengan skor 5-4 di Stadion Mandala Krida, Jogja, Rabu (8/7/2026). Di balik euforia kemenangan, Bio mengungkapkan perjalanan emosional yang membawanya memilih dunia kepelatihan setelah karier sebagai pemain berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Pensiun karena Cedera Tinggalkan Luka Mendalam
Nama Bio Paulin pernah menjadi salah satu bek paling disegani di sepak bola Indonesia. Bersama Persipura Jayapura, pemain kelahiran Kamerun yang kemudian menjadi warga negara Indonesia itu mempersembahkan tiga gelar Indonesia Super League (ISL), mengawal lini belakang Mutiara Hitam selama lebih dari satu dekade, serta memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, perjalanan sebagai pesepak bola profesional berakhir saat ia masih berusia 35 tahun. Cedera yang mengharuskannya menjalani operasi membuat Bio mengakhiri karier bersama PSGC Ciamis pada 2019.
Pengalaman itu masih membekas hingga kini.
"Saya bisa dibilang gagal di karier pemain sepak bola karena cerita operasi, saya berhenti tiba-tiba. Jadi saya ambil keputusan untuk menjadi pelatih karena memang saya harus balas dendam dengan diri saya sendiri," ujarnya di Mandala Krida, Rabu (8/7/2026).
Menurut Bio, banyak orang mengenangnya sebagai pemain besar. Namun, ia merasa mengakhiri karier melalui "pintu kecil", sesuatu yang ingin ia tebus lewat kiprah sebagai pelatih.
"Makanya saya mau membuktikan di kepelatihan kalau saya bisa," katanya.
Memulai Lagi dari Kompetisi Terbawah
Alih-alih langsung mengejar klub besar, Bio memilih membangun reputasi dari level bawah. Ia mengawali karier kepelatihannya bersama Toli FC di Liga 3, kemudian menjadi asisten pelatih di Persipura Jayapura dan PSBS Biak.
Setelah mengantongi lisensi A AFC, ia menerima tantangan melatih Pasuruan United di Liga 4.
Baginya, keputusan turun ke kasta bawah bukanlah kemunduran, melainkan cara membangun identitas baru tanpa bergantung pada reputasi semasa menjadi pemain.
"Saya mau memulai karier pelatih saya dari nol. Sebelumnya saya bekerja sebagai asisten di Liga 2 maupun Liga 1, tapi saya mau membesarkan nama saya sendiri. Makanya saya datang ke sini untuk menunjukkan kalau saya bisa," ucapnya.
Langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Pasuruan United sukses menembus final Liga 4 Nasional sekaligus memastikan promosi ke Liga 3 Nusantara.
Bermimpi Melatih Timnas Indonesia
Meski baru memulai perjalanan sebagai pelatih kepala, Bio tidak menutupi ambisinya untuk mencapai level tertinggi.
Ia berharap kerja keras yang dijalaninya saat ini dapat membuka peluang menangani Timnas Indonesia pada masa mendatang.
"Kalau benar-benar saya fokus untuk bekerja lebih keras, siapa tahu besok bisa melatih tim nasional juga. Walaupun banyak tim lain di Liga 1, itu tetap menjadi impian saya," katanya.
Bio juga menilai perkembangan Timnas Indonesia berada di arah yang positif di bawah kepemimpinan John Herdman.
Menurutnya, perpaduan kualitas pelatih dan pemain naturalisasi menjadi modal penting bagi Skuad Garuda untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
"Saya tidak melihat per individu skuadnya, tapi saya melihat Timnas kita secara keseluruhan. Bagaimana pelatihnya juga pintar, apalagi ada banyak pemain naturalisasi yang punya kemampuan sangat-sangat bagus. Kita harus dorong mereka karena mereka punya kemampuan. Saya percaya kalau memang mereka mau bekerja keras, itu bisa," tandasnya.
Liga 4 Dinilai Punya Persaingan Berkualitas
Selama menjalani kompetisi Liga 4, Bio mengaku mendapatkan pengalaman berbeda. Ia melihat persaingan di kasta tersebut jauh lebih kompetitif dari yang dibayangkan karena banyak dihuni pemain berpengalaman serta pelatih berlisensi.
"Semua tim mau juara. Saya sangat mengapresiasi Liga 4 karena siapa tahu besok bisa menjadi sesuatu yang sangat besar. Apalagi sekarang banyak pelatih berlisensi yang bekerja di kompetisi ini," imbuhnya.
Masih Menaruh Hati untuk Persipura
Di tengah keberhasilan membawa Pasuruan United promosi, Bio mengaku belum bisa menyembunyikan kesedihannya melihat Persipura Jayapura belum kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Super League.
Menurutnya, klub yang membesarkan namanya masih memiliki peluang bangkit apabila melakukan pembenahan secara menyeluruh.
"Sedih kalau Persipura tidak promosi. Tapi banyak yang harus diperbaiki di sana. Kalau mereka kerja jujur, saya pikir jalan akan terbuka sangat luas untuk membawa tim ini kembali ke Liga 1," tuturnya.
Menikmati Suasana Jogja di Tengah Liga 4
Selama sekitar sepekan berada di Jogja mengikuti putaran Liga 4 Nasional, Bio menyempatkan diri menikmati suasana kota. Di sela latihan dan pertandingan, ia menghabiskan waktu dengan mencicipi kuliner, terutama olahan kambing, serta berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan bersama rekan-rekannya.
Meski menikmati atmosfer Jogja, fokus utamanya tetap membawa Pasuruan United menyelesaikan perjuangan di Liga 4. Kini, Bio Paulin sedang membuka lembaran baru dalam kariernya—berangkat dari seorang legenda Persipura yang merasa mengakhiri karier bermain melalui "pintu kecil", menuju mimpi besar menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tidak memperpanjang kontrak Rahmatsho Rahmatzoda usai evaluasi skuad untuk menghadapi Super League 2026/2027.
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.
Presiden Prabowo melantik pimpinan Universitas Republik Indonesia. Lembaga baru ini disiapkan untuk mencetak calon pemimpin bangsa.
Bank Indonesia mencatat uang beredar M2 tumbuh 8,7 persen menjadi Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026, didorong penyaluran kredit.
IRGC mengklaim satu tanker meledak saat melintasi Selat Hormuz yang disebut telah dipasangi ranjau. Ketegangan Iran dan AS kembali meningkat.