Inggris Punya Jimat Baru di Piala Dunia 2026 Bukan Lagi Three Lions

Jumali
Jumali Senin, 13 Juli 2026 10:37 WIB
Inggris Punya Jimat Baru di Piala Dunia 2026 Bukan Lagi Three Lions

Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Norwegia 2-1. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan demi kemenangan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 ternyata melahirkan tradisi baru yang tak terduga. Bukan chant sepak bola klasik atau lagu resmi tim nasional, melainkan Wonderwall milik Oasis yang kini berubah menjadi simbol persatuan pemain dan suporter saat The Three Lions semakin dekat menuju gelar juara dunia.

Setiap kali Inggris meraih kemenangan, lagu yang dirilis pada 1995 tersebut selalu menggema di stadion dan dinyanyikan bersama oleh para pemain maupun ribuan pendukung.

Tradisi itu kembali terlihat setelah Inggris menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Minggu (12/7/2026). Sesaat setelah pertandingan berakhir, suasana stadion berubah menjadi lautan suara ketika para pemain dan suporter kompak menyanyikan Wonderwall.

Momen emosional tersebut turut disaksikan legenda sepak bola Inggris, David Beckham, yang hadir langsung bersama putra-putranya. Kebersamaan antara tim dan pendukung itu menjadi salah satu gambaran kuat tentang semangat yang sedang tumbuh di dalam skuad Inggris selama turnamen berlangsung.

Fenomena Wonderwall bahkan menarik perhatian personel Oasis. Vokalis band tersebut, Liam Gallagher, memberikan dukungan kepada tim nasional Inggris melalui media sosial dengan pesan singkat yang langsung mendapat perhatian luas dari para penggemar.

“Come on England, come on Wonderwall,” tulis Liam Gallagher.

Sejak awal Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat dan Meksiko, lagu tersebut hampir selalu terdengar setelah kemenangan Inggris. Tidak heran jika banyak pendukung mulai menganggap Wonderwall sebagai pembawa keberuntungan baru bagi Harry Kane dan rekan-rekannya.

Pencipta lagu itu, Noel Gallagher, juga menyambut hangat perkembangan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Menurutnya, Wonderwall kini telah melampaui status sebagai sekadar lagu populer dan berubah menjadi milik publik.

“Wonderwall adalah milik rakyat. Itu adalah momen ajaib antara para pemain dan para pendukung,” ujar Gallagher seperti dikutip dari BBC, Senin (13/7/2026).

Efek dari fenomena tersebut ternyata tidak hanya terasa di stadion. Popularitas Wonderwall kembali melonjak di industri musik Inggris. Lagu yang telah berusia lebih dari tiga dekade itu berhasil masuk lagi ke jajaran 40 besar tangga lagu Inggris dan melesat dari posisi ke-32 ke peringkat ke-11 hanya dalam waktu satu pekan.

Kebangkitan popularitas itu menunjukkan bahwa Wonderwall masih memiliki daya tarik kuat lintas generasi. Lagu yang pernah menjadi ikon era Britpop tersebut kini mendapatkan makna baru berkat perjalanan Timnas Inggris di Piala Dunia.

Menariknya, Liam Gallagher pernah mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak terlalu menikmati membawakan Wonderwall ketika Oasis masih aktif. Namun situasi berubah dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak tur reuni Oasis kembali menarik perhatian publik dan generasi baru penggemar musik.

Penulis musik PJ Harrison menilai keberhasilan Wonderwall menjadi lagu kebanggaan baru Timnas Inggris terjadi secara alami tanpa perencanaan khusus. Menurutnya, kombinasi antara meningkatnya popularitas Oasis, atmosfer Piala Dunia, serta penggunaan lagu itu setelah kemenangan pertama Inggris menciptakan hubungan emosional yang kuat.

“Lagu itu datang pada waktu yang tepat. Setelah dikaitkan dengan kemenangan, Wonderwall langsung memiliki makna emosional baru bagi para pendukung Inggris,” kata Harrison.

Kini Inggris hanya berjarak satu langkah dari partai final Piala Dunia 2026. Penantian panjang sejak menjadi juara dunia pada 1966 masih menjadi beban sejarah yang ingin diakhiri generasi saat ini.

Jika Harry Kane dan kolega berhasil membawa pulang trofi juara dunia, Wonderwall kemungkinan tidak lagi sekadar dikenang sebagai salah satu lagu terbesar milik Oasis. Lagu tersebut berpeluang masuk ke dalam sejarah sepak bola Inggris sebagai soundtrack yang mengiringi lahirnya era kejayaan baru The Three Lions.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online