Trionda Final Resmi Dipakai, Bola AI Baru Warnai Piala Dunia 2026

Jumali
Jumali Rabu, 15 Juli 2026 08:47 WIB
Trionda Final Resmi Dipakai, Bola AI Baru Warnai Piala Dunia 2026

Trionda Final/Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA— FIFA dan adidas resmi meluncurkan bola pertandingan terbaru bernama Trionda Final yang akan digunakan pada fase semifinal, perebutan tempat ketiga, hingga final Piala Dunia 2026.

Kehadiran bola baru ini menandai pergantian dari Trionda Official Match Ball yang sebelumnya digunakan sejak fase grup hingga babak perempat final.

Berbeda dengan desain bola sebelumnya yang menampilkan kombinasi warna merah, biru, hijau, dan putih sebagai representasi tiga negara tuan rumah, Trionda Final tampil lebih elegan dengan dominasi warna emas dan hitam.

Warna emas dipilih untuk menggambarkan momen puncak turnamen sekaligus melambangkan prestise dan kejayaan yang akan diperebutkan empat tim terbaik dunia.

Nama Trionda sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “tiga gelombang”, sebuah simbol yang merepresentasikan kolaborasi tiga negara penyelenggara Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Tidak hanya menjadi bola pertandingan, Trionda Final juga dirancang sebagai penghormatan terhadap 16 kota tuan rumah yang terlibat dalam penyelenggaraan edisi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

Empat kota yang menjadi lokasi fase akhir turnamen mendapat porsi khusus dalam desain utama bola, yakni Dallas, Atlanta, Miami, serta New York/New Jersey.

Sementara itu, 12 kota tuan rumah lainnya diabadikan melalui elemen grafis berbentuk segitiga yang tersebar di seluruh permukaan bola.

Kota-kota tersebut meliputi Boston, Guadalajara, Houston, Kansas City, Los Angeles, Mexico City, Monterrey, Philadelphia, San Francisco Bay Area, Seattle, Toronto, dan Vancouver.

Dibekali Teknologi AI

Keunggulan utama Trionda Final tidak hanya terletak pada desainnya.

Bola ini dibekali teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu mengirimkan data pertandingan secara real time kepada sistem pendukung wasit.

Teknologi tersebut memungkinkan informasi pergerakan bola diterima lebih cepat sehingga membantu perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan yang lebih akurat.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya FIFA untuk terus meningkatkan kualitas officiating melalui pemanfaatan teknologi modern.

Selain mendukung keputusan wasit, data yang dikirimkan bola juga dapat digunakan untuk kebutuhan analisis pertandingan yang lebih mendalam.

Dipakai di Empat Laga Penentu

Trionda Final pertama kali digunakan saat semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol yang berlangsung di Arlington, Texas, pada Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.

Setelah itu, bola yang sama akan digunakan dalam tiga pertandingan terakhir turnamen, yakni:

  • Semifinal Inggris vs Argentina
  • Perebutan tempat ketiga
  • Final Piala Dunia 2026

Dengan demikian, seluruh momen penentuan juara hingga perebutan posisi ketiga akan menggunakan bola edisi khusus tersebut.

Simbol Era Baru Piala Dunia

Peluncuran Trionda Final menunjukkan bagaimana FIFA dan adidas terus menggabungkan unsur tradisi, identitas tuan rumah, serta perkembangan teknologi dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Bukan hanya menjadi alat pertandingan, Trionda Final hadir sebagai simbol perjalanan Piala Dunia 2026 yang melibatkan tiga negara dan 16 kota penyelenggara, sekaligus mencerminkan transformasi sepak bola menuju era yang semakin modern dan berbasis data.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online