Deschamps Resmi Tinggalkan Prancis, Zinedine Zidane Siap Gantikan!
Didier Deschamps hengkang dari Timnas Prancis usai kalah 0-2 dari Spanyol. Zinedine Zidane siap gantikan, Fabrizio Romano konfirmasi era baru Les Bleus.
Ismail Elfath/ Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—FIFA menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina. Duel yang berlangsung di Atlanta pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB itu akan menjadi salah satu laga paling bergengsi pada turnamen kali ini. Elfath (44), bukan sosok asing di panggung sepak bola internasional karena pada Piala Dunia 2026, ia sudah memimpin dua laga fase grup, yakni Jepang kontra Belanda dan Uruguay melawan Spanyol.
Selain itu, ia juga menjadi wasit saat Norwegia menyingkirkan lima kali juara dunia Brasil pada babak 16 besar. Selama bertugas pada turnamen ini, Elfath telah mengeluarkan enam kartu kuning dan satu kartu merah langsung kepada gelandang Uruguay, Agustin Canobbio, akibat tekel keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi. Setelah diusir keluar lapangan, Canobbio sempat memprotes keputusan wasit dan menarik baju Elfath.
Dalam pertandingan Inggris melawan Argentina, Elfath akan didampingi dua asisten wasit asal Amerika Serikat, Corey Parker dan Kyle Atkins. Sementara wasit asal Italia, Maurizio Mariani, ditunjuk sebagai ofisial keempat. Penunjukan Elfath menarik perhatian karena ia pernah terlibat dalam dua pertandingan penting yang berakhir dengan gelar juara bagi Lionel Messi.
Pada final Piala Dunia 2022 antara Argentina melawan Prancis, Elfath bertugas sebagai ofisial keempat ketika La Albiceleste keluar sebagai juara dunia. Ia juga menjadi wasit pada final Leagues Cup 2023 saat Inter Miami mengalahkan Nashville SC lewat adu penalti. Kemenangan itu menjadi trofi pertama Messi bersama klub Major League Soccer (MLS) tersebut.
Elfath telah menjadi wasit MLS sejak 2012 dan dua kali dinobatkan sebagai Wasit Terbaik MLS. Lahir di Maroko, Elfath pindah ke Amerika Serikat saat berusia 18 tahun setelah memenangkan program undian visa keberagaman yang didukung pemerintah AS.
Sementara itu, dua wasit asal Inggris, Michael Oliver dan Anthony Taylor, dipastikan tidak dapat memimpin final Piala Dunia 2026 karena terbentur regulasi FIFA mengenai konflik kepentingan. Aturan FIFA melarang wasit memimpin pertandingan yang melibatkan negaranya sendiri.
Selain itu, wasit asal Inggris dan Argentina juga tidak diperbolehkan memimpin laga yang melibatkan kedua negara tersebut karena adanya rivalitas politik, yang dipengaruhi konflik Kepulauan Falkland pada 1982. Aturan yang sama juga membuat wasit asal Argentina, Facundo Tello, tidak masuk dalam daftar kandidat pengadil final maupun perebutan tempat ketiga.
Sebab, salah satu dari Inggris atau Argentina dipastikan akan tampil pada salah satu pertandingan tersebut. Penunjukan Elfath sebagai wasit di laga yang sarat rivalitas ini diharapkan dapat memimpin pertandingan dengan adil dan profesional. Dengan pengalaman internasional yang dimilikinya, Elfath dinilai mampu mengendalikan jalannya laga yang diprediksi akan berlangsung sengit dan emosional. Publik sepak bola dunia kini menantikan bagaimana wasit asal Amerika Serikat ini akan memimpin salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Didier Deschamps hengkang dari Timnas Prancis usai kalah 0-2 dari Spanyol. Zinedine Zidane siap gantikan, Fabrizio Romano konfirmasi era baru Les Bleus.
WhatsApp siapkan cloud backup sendiri untuk iPhone, bebas iCloud! Kuota 2GB gratis, 50GB berbayar, enkripsi end-to-end otomatis. Simak detailnya.
BPKA DIY menegaskan pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida tidak memerlukan persetujuan BPKA dan cukup disetujui Pengguna Anggaran.
Spanyol 2026 sukses mencapai final Piala Dunia dengan gaya bermain yang berbeda dari generasi juara dunia 2010. Lamine Yamal menjadi simbol transformasi La Roja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Polres Bantul mengamankan pemuda asal Kota Jogja yang kedapatan membawa 24 tablet Alprazolam tanpa resep dokter di Kasihan. Polisi kini menelusuri asal oba