FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Ricuh Final Piala Dunia

Jumali
Jumali Sabtu, 22 Agustus 2026 08:57 WIB
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Ricuh Final Piala Dunia

Suporter tim nasional Argentina membentangkan bendera negara mereka di depan Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026). Para pendukung Argentina sudah memadati stadion tujuh jam sebelum laga semifinal Piala Dunia 2026 kontra Inggris berlangsung. (Antara/Michael Siahaan)\r\n

Harianjogja.com, JOGJA— FIFA menjatuhkan serangkaian sanksi kepada pemain, ofisial, dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) setelah keributan yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.

Keputusan tersebut dikeluarkan Komite Disiplin FIFA setelah memeriksa laporan pertandingan dan insiden yang terjadi di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026 waktu setempat.

Argentina harus mengakhiri pertandingan sebagai runner-up setelah kalah 0-1 dari Spanyol. Gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan La Roja merebut gelar juara.

Ketegangan kemudian terjadi di antara pemain kedua tim setelah pertandingan berakhir. FIFA selanjutnya menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pemain Argentina yang dinilai terlibat dalam insiden tersebut.

Leandro Paredes Dihukum 10 Pertandingan

Dari empat pemain Argentina yang mendapat sanksi, Leandro Paredes menerima hukuman paling berat.

Paredes dilarang tampil dalam 10 pertandingan bersama tim nasional Argentina. Ia juga dikenai denda sebesar 90.000 dolar AS atau sekitar Rp1,61 miliar, dengan asumsi kurs Rp17.942,45 per dolar AS.

Hukuman berat juga diberikan kepada Nahuel Molina. Bek Argentina tersebut dijatuhi larangan bermain dalam tujuh pertandingan dan denda 90.000 dolar AS atau sekitar Rp1,61 miliar.

Sementara itu, Thiago Almada dan Pablo Martin Paez Gavira masing-masing mendapat larangan bermain satu pertandingan.

Keduanya juga diwajibkan membayar denda sebesar 30.000 dolar AS, yang setara sekitar Rp538 juta.

Dengan hukuman tersebut, sejumlah pemain Argentina harus absen dalam pertandingan internasional berikutnya yang dijalani tim nasional sesuai ketentuan FIFA.

Asisten Pelatih Argentina Ikut Dihukum

Sanksi FIFA tidak hanya menyasar pemain. Roberto Ayala, yang merupakan asisten pelatih Argentina, juga mendapat hukuman.

Ayala dilarang mendampingi tim dalam pertandingan dan dikenai denda sebesar 30.000 dolar AS atau sekitar Rp538 juta.

Sesuai Pasal 69 ayat 2 huruf a dan ayat 3 Kode Disiplin FIFA, hukuman larangan bertanding tersebut berlaku pada pertandingan berikutnya yang dijalani tim nasional Argentina.

AFA Didenda Rp5,7 Miliar

FIFA juga memberikan sanksi finansial kepada AFA. Federasi sepak bola Argentina tersebut diwajibkan membayar denda sebesar 321.000 dolar AS atau sekitar Rp5,76 miliar.

Denda itu berkaitan dengan sejumlah pelanggaran yang terjadi selama Piala Dunia 2026. FIFA menyebut AFA melanggar beberapa ketentuan dalam Kode Disiplin FIFA.

Salah satunya adalah Pasal 13 ayat 2 huruf c mengenai penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi yang bersifat non-olahraga.

AFA juga dinilai melanggar Pasal 14 ayat 5 mengenai disiplin tim, Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis terkait nyanyian serta gestur diskriminatif pendukung Argentina, serta Pasal 17 mengenai ketertiban dan keamanan pertandingan.

Dua Pertandingan Kandang Argentina Dibatasi

Selain denda, Argentina juga mendapat hukuman tambahan akibat pelanggaran terkait diskriminasi.

Tim nasional Argentina diwajibkan menjalani dua pertandingan kandang berikutnya dengan kapasitas penonton maksimal 50 persen.

FIFA juga menetapkan bahwa 100.000 dolar AS dari total denda yang harus dibayarkan AFA wajib dialokasikan untuk program yang bertujuan memerangi diskriminasi.

Namun, tidak seluruh hukuman tersebut langsung diberlakukan.

FIFA menangguhkan pelaksanaan satu dari dua pertandingan dengan pembatasan jumlah penonton serta denda 100.000 dolar AS selama masa percobaan.

Artinya, Argentina tidak serta-merta harus menjalani seluruh hukuman pembatasan penonton selama tidak kembali melakukan pelanggaran dalam periode yang ditentukan FIFA.

Sanksi Jadi Buntut Panjang Final Piala Dunia

Keputusan FIFA tersebut menjadi konsekuensi lanjutan dari final Piala Dunia 2026 yang berlangsung panas.

Spanyol memastikan gelar juara setelah Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106 untuk membawa La Roja menang 1-0 atas Argentina.

Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Spanyol setelah sebelumnya menjadi juara pada 2010.

Sementara bagi Argentina, kekalahan tersebut mengakhiri upaya mereka mempertahankan gelar yang diraih pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kini, hukuman FIFA berpotensi memengaruhi perjalanan Argentina dalam pertandingan internasional berikutnya. Larangan bermain hingga 10 laga yang diterima Paredes menjadi sanksi paling signifikan karena dapat membuat salah satu pemain senior Argentina absen dalam sejumlah pertandingan.

Argentina Punya Waktu 10 Hari untuk Mengajukan Permintaan

FIFA menyatakan seluruh pihak yang dikenai sanksi telah menerima pemberitahuan mengenai keputusan Komite Disiplin.

Mereka memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan permintaan terhadap keputusan tersebut disertai alasan hukum.

Dengan demikian, keputusan disipliner ini masih dapat menjadi objek proses lanjutan sesuai mekanisme yang tersedia di FIFA.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online