51 Kartu Merah Keluar dalam Satu Laga U-20 di Brasil

Jumali
Jumali Kamis, 05 November 2026 10:27 WIB
51 Kartu Merah Keluar dalam Satu Laga U-20 di Brasil

Ilustrasi wasit./freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Pertandingan semifinal Kejuaraan U-20 Minas Gerais di Brasil berubah menjadi kerusuhan massal. Laga antara Uberlandia dan Mamore berakhir dengan puluhan pemain serta ofisial diusir setelah terlibat bentrokan di lapangan.

Berdasarkan laporan awal, BBC menyebutkan sebanyak 51 orang menerima kartu merah. Jumlah tersebut terdiri dari 43 pemain dan delapan anggota staf kepelatihan kedua tim. Namun, berdasarkan aporan lanjutan dari CNN Brasil menyebut jumlah orang yang diusir mencapai 53 setelah memasukkan dua ofisial klub.

Insiden itu terjadi dalam pertandingan leg pertama semifinal Divisi II Kejuaraan U-20 Minas Gerais di Stadion Parque do Sabia, Uberlandia, Brasil. Mamore memenangi pertandingan dengan skor 3-1, tetapi keributan yang terjadi pada penghujung laga justru menjadi sorotan utama.

Jumlah pengusiran dalam pertandingan tersebut melampaui rekor 36 pemain yang diusir dalam satu pertandingan antara Club Atletico Claypole dan Victoriano Arenas di kompetisi divisi lima Argentina pada 2011. Rekor sebelumnya tercatat dalam Guinness World Records.

Keributan Berawal dari Selebrasi Gol Mamore

Berdasarkan laporan wasit Fernando Patrick Drosghic Modesto, keributan bermula pada menit ke-54 babak kedua atau masa tambahan waktu. Saat itu, Mamore mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan 3-1 atas Uberlandia.

Dalam selebrasi gol tersebut, pemain Mamore bernama Davi melakukan gestur provokatif ke arah bangku cadangan Uberlandia. Aksi itu memicu reaksi dari kubu tuan rumah.

Pelatih kiper Uberlandia, Paulo Sergio Dias dos Santos, kemudian masuk ke lapangan untuk menghadapi Davi. Situasi berkembang menjadi bentrokan yang melibatkan pemain dan anggota staf kedua tim.

Keributan semakin meluas hingga terjadi aksi saling pukul dan tendang. Wasit kemudian mencatat kartu merah kepada puluhan orang yang terlibat dalam insiden tersebut.

Sebelum kerusuhan pecah, tiga pemain telah lebih dahulu diusir dari lapangan karena pelanggaran berbeda. Dengan demikian, laporan awal mencatat 48 orang menerima kartu merah akibat bentrokan massal, ditambah tiga pengusiran sebelumnya.

Wasit tidak dapat memberikan seluruh kartu merah secara langsung ketika keributan berlangsung. Pengusiran terhadap para pemain dan ofisial kemudian dicatat dalam laporan resmi pertandingan.

Stadion Rusak, Polisi Militer Turun Tangan

Kerusuhan tidak hanya berdampak pada jalannya pertandingan, tetapi juga menyebabkan kerusakan fasilitas Stadion Parque do Sabia.

Mengutip laporan media Brasil, O Tempo, aparat kepolisian militer dipanggil untuk menangani situasi tersebut. Laporan kepolisian mencatat sedikitnya 14 pintu mengalami kerusakan.

Sejumlah fasilitas lain juga dilaporkan rusak, termasuk kamar mandi dan jendela. Bangku, meja, serta kursi di area stadion turut hancur akibat kericuhan.

Pertandingan sempat terganggu selama sekitar 40 menit. Namun, wasit akhirnya mengakhiri laga setelah situasi tidak memungkinkan pertandingan dilanjutkan secara normal.

Uberlandia Mundur dengan Alasan Fair Play

Dampak kartu merah massal berlanjut hingga persiapan leg kedua semifinal. Banyaknya pemain Mamore yang terkena sanksi membuat klub tersebut hanya memiliki tujuh pemain yang tersedia untuk pertandingan berikutnya.

Uberlandia kemudian memutuskan tidak melanjutkan persaingan pada leg kedua. Klub tersebut menyerahkan kesempatan kepada Mamore untuk melaju ke final dan memilih mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan tempat ketiga.

Keputusan itu disebut sebagai bentuk fair play atau sikap menjunjung sportivitas. Federasi Sepak Bola Minas Gerais (FMF) kemudian mengesahkan pengunduran diri Uberlandia dari semifinal pada Rabu (4/11/2026).

Dengan keputusan tersebut, Mamore berhak melaju ke final Divisi II Kejuaraan U-20 Minas Gerais. Pertandingan yang semula menjadi perebutan tiket ke partai puncak pun berakhir dengan insiden yang mencatatkan jumlah pengusiran luar biasa dalam sejarah sepak bola.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online