Xavi Hernandez Jadi Pelatih Belanda, KNVB Putus Tradisi 48 Tahun

Taufan Bara Mukti
Taufan Bara Mukti Jum'at, 14 Agustus 2026 12:27 WIB
Xavi Hernandez Jadi Pelatih Belanda, KNVB Putus Tradisi 48 Tahun

Xavi Hernandez/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih kepala Timnas Belanda untuk menggantikan Ronald Koeman. Legenda Barcelona itu menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030.

Penunjukan Xavi menjadi keputusan besar KNVB karena untuk pertama kalinya dalam 48 tahun terakhir, De Oranje kembali ditangani pelatih asing.

Pelatih asing terakhir yang memimpin Timnas Belanda adalah Ernst Happel asal Austria. Ia membawa De Oranje tampil pada Piala Dunia 1978.

Xavi Bawa Filosofi Penguasaan Bola

KNVB berharap kedatangan Xavi Hernandez dapat menghadirkan identitas permainan yang lebih menyerang dengan penguasaan bola sebagai fondasi utama.

Filosofi tersebut dinilai sejalan dengan tradisi sepak bola Belanda yang selama ini identik dengan total football.

Xavi sendiri mengaku memiliki ikatan emosional dengan sepak bola Belanda. Pengaruh Johan Cruyff dan Rinus Michels disebut telah membentuk cara pandangnya terhadap permainan sejak dirinya menimba ilmu di akademi Barcelona.

"Merupakan suatu kehormatan besar untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda. Sebagai seseorang yang dibina di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Bisa dibilang, saya adalah putra sepak bola Belanda," kata Xavi Hernandez dalam pernyataan resmi KNVB.

Selain Cruyff dan Michels, Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai tokoh penting dalam perjalanan kariernya.

Van Gaal merupakan pelatih yang memberikan kesempatan kepada Xavi untuk menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada 1998.

Rekam Jejak Xavi sebagai Pemain

Nama Xavi Hernandez tidak terlepas dari kesuksesannya bersama Barcelona dan Timnas Spanyol. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Selama 17 musim membela Barcelona, Xavi mempersembahkan delapan gelar Liga Spanyol dan empat trofi Liga Champions.

Kariernya bersama Timnas Spanyol juga dihiasi pencapaian besar. Xavi menjadi bagian dari generasi emas La Roja yang menjuarai Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Karier Kepelatihan Xavi

Reputasi Xavi sebagai pemain besar menjadi modal penting, tetapi kiprahnya sebagai pelatih masih menjadi sorotan. Ia terlebih dahulu meraih kesuksesan bersama klub Qatar, Al Sadd, sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.

Saat menangani Blaugrana, Xavi berhasil membawa Barcelona meraih gelar La Liga dan Piala Super Spanyol pada 2023.

Namun, performa Barcelona yang tidak konsisten membuat klub mengakhiri kerja sama dengan Xavi pada Mei 2024.

Setelah dua tahun tanpa klub, Xavi akhirnya menerima tantangan baru dengan menangani Timnas Belanda.

Tugasnya kini adalah mengembalikan De Oranje menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia sekaligus membawa Timnas Belanda bersaing di level tertinggi hingga Piala Dunia 2030.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis