Dari Balik Jeruji, Remaja 18 Tahun Rencanakan Penculikan Mbappe via Snapchat

Jumali
Jumali Kamis, 03 September 2026 06:47 WIB
Dari Balik Jeruji, Remaja 18 Tahun Rencanakan Penculikan Mbappe via Snapchat

Kylian Mbappe./Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Nama bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, muncul dalam penyelidikan besar aparat Prancis terkait dugaan rencana penculikan yang menyasar sejumlah figur terkenal dan kalangan kaya raya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah polisi mengungkap bahwa otak jaringan tersebut diduga merupakan seorang narapidana berusia 18 tahun bernama Clément L. The Sun mengungkapkan, meski sedang menjalani hukuman penjara, remaja itu disebut tetap mampu mengendalikan aktivitas kelompoknya melalui komunikasi digital.

Menurut hasil penyelidikan, Mbappe termasuk dalam daftar 26 orang yang menjadi sasaran kelompok tersebut. Selain pesepak bola, target lain disebut berasal dari kalangan pengusaha hingga figur publik ternama.

Polisi menemukan berbagai informasi sensitif terkait para target setelah menyita dua telepon genggam dari sel tahanan Clément L. Data yang ditemukan antara lain alamat tempat tinggal dan informasi pribadi yang diduga digunakan untuk menyusun rencana kejahatan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah informasi mengenai kediaman Mbappe di Paris yang biasa ditempati ketika sang pemain berada di Prancis. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa jaringan tersebut telah melakukan pemetaan terhadap calon korban.

Kasus ini bermula dari penyelidikan perampokan toko jam mewah di kawasan Neuilly-sur-Seine pada April 2026. Dalam aksi tersebut, dua pelaku bersenjata membawa kabur sejumlah jam tangan mewah bernilai tinggi sebelum melarikan diri menggunakan skuter.

Aparat berhasil menangkap salah satu pelaku tidak lama setelah kejadian akibat mengalami kecelakaan saat melarikan diri. Penangkapan tersebut kemudian membuka jalan bagi penyelidikan yang lebih luas hingga mengarah kepada Clément L. dan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam jaringan kriminal tersebut.

Dalam dunia kriminal, Clément L. diketahui menggunakan julukan "Lester Z". Meski masih berusia 18 tahun, ia telah memiliki beberapa catatan hukum, termasuk kasus narkotika dan tindak perampokan dengan kekerasan.

Penyidik menduga aktivitas kelompok tersebut berlangsung selama beberapa bulan, tepatnya antara April hingga Agustus 2026. Selama periode itu, komunikasi disebut dilakukan melalui berbagai platform digital, termasuk Snapchat.

Pada 21 Agustus 2026, Clément L. resmi didakwa di Pengadilan Nanterre. Jaksa kemudian meminta agar tersangka ditempatkan di sel isolasi dengan alasan masih berpotensi mengendalikan aktivitas kriminal dari dalam penjara.

Pihak kejaksaan menggambarkan tersangka sebagai sosok yang telah terlibat dalam berbagai tindak kejahatan serius meskipun usianya masih sangat muda. Sementara itu, salah satu orang yang diduga menjadi kaki tangannya dilaporkan memperoleh status bebas dengan pengawasan hukum.

Di tengah munculnya kasus tersebut, Mbappe tetap menunjukkan performa impresif bersama Real Madrid. Penyerang tim nasional Prancis itu terus menjadi andalan Los Blancos pada awal musim 2026/2027.

Mbappe tercatat sudah mengoleksi empat gol dari tiga pertandingan Liga Spanyol musim ini. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat mencetak hattrick ke gawang Real Sociedad.

Kasus ini kembali menyoroti ancaman keamanan yang kerap dihadapi atlet papan atas dunia. Popularitas, kekayaan, dan eksposur publik yang tinggi membuat para pesepak bola elite menjadi sasaran potensial kelompok kriminal yang mencari keuntungan melalui aksi pemerasan maupun penculikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online