Daftar Orang Terkaya Vietnam 2026, Bos Vingroup di Puncak
Pham Nhat Vuong, pendiri Vingroup, memiliki kekayaan sekitar US$36,5 miliar dan menjadi orang terkaya Vietnam. Simak daftar miliarder Vietnam 2026.
Skuad beserta manajemen PSIM Jogja berfoto bersama seusai sesi latihan perdana di Stadion Mandala Krida, Senin (20/7/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— Super League 2026/2027 semakin lekat dengan kehadiran pemain asing. Dari 18 klub peserta, tercatat 184 pemain asing dari 27 negara telah terdaftar hingga Kamis (3/9/2026).
Namun, ada fakta menarik yang menyangkut PSIM Jogja. Di tengah dominasi pemain asal Brasil, Laskar Mataram justru menjadi salah satu dari hanya dua klub yang tidak memiliki pemain asal Negeri Samba.
PSIM Jogja menjadi satu-satunya wakil DIY di kompetisi kasta tertinggi Indonesia yang memilih komposisi berbeda. Klub berjuluk Laskar Mataram itu bersama Persik Kediri tercatat tidak memiliki pemain Brasil dalam skuad musim 2026/2027.
Padahal, Brasil menjadi negara dengan kontribusi pemain asing terbesar di Super League musim ini. Sebanyak 58 pemain asal Brasil atau sekitar 31,5 persen dari total pemain asing yang terdaftar.
Besarnya jumlah tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh pemain Brasil dalam perekrutan pemain asing di sepak bola Indonesia.
Bagi PSIM Jogja, kondisi ini membuat komposisi skuad mereka menjadi salah satu yang menarik perhatian. Klub yang bermarkas di Stadion Mandala Krida tersebut tetap memenuhi kuota 11 pemain asing, tetapi tidak mengandalkan pemain dari Brasil.
PSIM Jogja sebelumnya memastikan kuota pemain asing mereka lengkap setelah mendatangkan winger asal Kosta Rika, Marvin Antonio Loria Leiton. Kedatangan Loria membuat PSIM Jogja memiliki 11 legiun asing untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Dengan demikian, pilihan PSIM Jogja bukan karena kekurangan pemain asing. Laskar Mataram justru membangun skuad dengan latar belakang negara yang lebih beragam.
Brasil Mendominasi Pemain Asing
Secara keseluruhan, pemain asing Super League 2026/2027 berasal dari 27 negara. Brasil berada jauh di posisi teratas dengan 58 pemain.
Spanyol menjadi negara dengan jumlah pemain terbanyak kedua, yakni 13 pemain. Setelah itu ada Belanda dengan 10 pemain, Jepang sembilan pemain, dan Argentina delapan pemain.
Portugal serta Kroasia masing-masing menyumbang lima pemain. Serbia dan Prancis kemudian mengirimkan empat pemain.
Sementara itu, Makedonia Utara, Bosnia dan Herzegovina, Kolombia, serta Korea Selatan masing-masing memiliki tiga pemain yang berkompetisi di Super League musim ini.
Dominasi Brasil juga terlihat ketika data pemain asing dipetakan berdasarkan konfederasi. Amerika, yang mencakup CONMEBOL dan CONCACAF, menjadi penyumbang terbesar dengan 72 pemain.
Eropa berada di posisi kedua dengan 52 pemain. Jumlah tersebut berasal dari 14 negara Eropa yang mengirim pemainnya ke kompetisi Indonesia musim ini.
Spanyol menjadi negara Eropa dengan kontribusi terbesar, yakni 13 pemain. Jumlah tersebut sama dengan musim sebelumnya jika tidak menghitung pemain yang datang pada pertengahan musim.
Ada pula peningkatan jumlah pemain asal Korea Selatan. Musim lalu hanya terdapat satu pemain dari negara tersebut, sedangkan musim ini jumlahnya menjadi tiga.
Pemain Afrika Justru Menurun
Di tengah bertambahnya sejumlah pemain dari kawasan tertentu, kontribusi pemain Afrika justru mengalami penurunan.
Musim ini hanya terdapat enam pemain asal Afrika yang terdaftar di Super League. Jumlah itu turun dibandingkan musim lalu yang mencapai sembilan pemain.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar pemain asing di Indonesia semakin terkonsentrasi pada sejumlah negara tertentu.
Brasil menjadi contoh paling mencolok. Dengan 58 pemain, pemain asal negara tersebut menyumbang hampir sepertiga dari seluruh legiun asing yang terdaftar.
Situasi tersebut sekaligus membuat pilihan PSIM Jogja semakin menarik. Ketika sebagian besar klub memanfaatkan pemain Brasil dalam komposisi skuadnya, Laskar Mataram memilih jalur berbeda.
Tantangan untuk Pemain Lokal
Banyaknya pemain asing tentu membuat persaingan di dalam klub semakin ketat. Pemain lokal tidak hanya harus bersaing dengan rekan setim dari Indonesia, tetapi juga dengan pemain dari berbagai negara.
Regulasi Super League 2026/2027 sendiri memungkinkan setiap klub mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Dalam pertandingan, maksimal sembilan pemain asing dapat masuk daftar susunan pemain dan tujuh di antaranya bisa dimainkan secara bersamaan.
Artinya, kehadiran pemain asing dalam jumlah besar berpotensi membuat perebutan tempat di tim utama semakin sengit.
Bagi pemain muda Indonesia, situasi ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan. Mereka dituntut meningkatkan kemampuan teknis, fisik, dan pemahaman taktik agar mampu mendapatkan menit bermain.
PSIM Jogja pun menghadapi situasi yang sama. Meski tidak memiliki pemain Brasil, Laskar Mataram tetap mempunyai 11 pemain asing yang akan bersaing memperebutkan tempat utama bersama pemain lokal.
Komposisi tersebut membuat musim 2026/2027 menjadi ujian penting bagi pemain-pemain lokal PSIM Jogja.
Jika mampu berkembang dan bersaing, mereka bisa mendapatkan pengalaman berharga ketika menghadapi pemain dari berbagai latar belakang sepak bola.
Sebaliknya, jika gagal menunjukkan perkembangan, derasnya arus pemain asing berpotensi membuat kesempatan bermain semakin terbatas.
Bagi PSIM Jogja dan klub-klub Super League lainnya, tantangan musim ini bukan hanya meracik pemain asing terbaik, tetapi juga memastikan kehadiran mereka ikut mendorong kualitas pemain lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pham Nhat Vuong, pendiri Vingroup, memiliki kekayaan sekitar US$36,5 miliar dan menjadi orang terkaya Vietnam. Simak daftar miliarder Vietnam 2026.
Pemotor tewas setelah terperosok ke jurang sedalam 7 meter di Jalan Jogja-Wonosari, Putat, Patuk, Gunungkidul.
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Pembahasan forum mencakup tata kelola teknologi informasi, konektivitas jaringan riset dan pendidikan, ketahanan siber, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan
Bansos warga Kulonprogo terhenti bukan hanya karena indikasi judi online. Kesalahan data kepemilikan listrik juga membuat KPM harus diverifikasi ulang.
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.