Juventus Kalah dari Sassuolo, Spalletti Soroti Lini Belakang

Jumali
Jumali Senin, 14 September 2026 09:57 WIB
Juventus Kalah dari Sassuolo, Spalletti Soroti Lini Belakang

Pertandingan Juventus vs Sassuolo/ Instagram: Juventus

Harianjogja.com, JOGJA— Luciano Spalletti mengakui Juventus kehilangan keseimbangan permainan ketika terlalu bernafsu mengejar kemenangan atas Sassuolo. Situasi tersebut akhirnya membuat Bianconeri harus menerima kekalahan 2-3 dalam lanjutan Serie A di Mapei Stadium, Minggu (13/9/2026).

Juventus sebenarnya dua kali mampu menyamakan kedudukan lewat Edon Zhegrova setelah lebih dulu tertinggal. Namun, gol Vasilije Adzic pada sentuhan terakhir pertandingan membuat upaya tim Spalletti untuk membawa pulang tiga poin berakhir sia-sia. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Juventus pada musim Serie A 2026/2027.

Spalletti menilai peluang Juventus untuk membalikkan keadaan sebenarnya terbuka. Persoalannya, dorongan untuk terus menyerang membuat terlalu banyak pemain meninggalkan posisinya sehingga ruang di belakang menjadi sulit dikendalikan.

“Ini menyakitkan karena tim sebenarnya bisa menang pada akhir pertandingan dan layak untuk membalikkan keadaan. Namun, kami jelas kehilangan keseimbangan dan itu seharusnya tidak terjadi,” kata Spalletti kepada DAZN Italia.

Terlalu Banyak Pemain Juventus Naik Membantu Serangan

Salah satu persoalan yang disoroti Spalletti terjadi ketika Juventus terus mencari gol setelah kedudukan kembali imbang. Menurutnya, keinginan tersebut membuat struktur tim berubah terlalu agresif.

“Dengan delapan pemain maju untuk menyerang bola, itu meninggalkan celah besar di belakang. Padahal kami memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan 3-2 lebih awal,” ujarnya.

Spalletti bahkan mengakui dirinya ikut mendorong para pemain agar tidak berhenti mengejar kemenangan. Instruksi tersebut, menurutnya, mungkin diterjemahkan terlalu agresif sehingga hampir seluruh pemain bergerak ke depan dalam waktu bersamaan.

“Saya yang mendorong mereka untuk terus maju dan menang, tetapi mungkin mereka mengartikannya terlalu harfiah dan semua pemain ikut menyerang pada saat yang sama,” kata Spalletti.

Situasi itu menjadi penting karena Juventus sebenarnya sudah dua kali menemukan jalan untuk menyamakan skor. Sebastiano Esposito lebih dulu membawa Sassuolo unggul pada menit ke-65, sebelum Zhegrova menyamakan kedudukan pada menit ke-82. Kieron Bowie kemudian membuat tuan rumah kembali memimpin pada menit ke-89, tetapi Zhegrova mencetak gol keduanya pada menit ke-90+1. Adzic akhirnya memastikan kemenangan Sassuolo pada menit ke-90+4.

Spalletti Tetap Melihat Sisi Positif Juventus

Meski hasil akhirnya mengecewakan, Spalletti tidak sepenuhnya melihat keberanian Juventus menyerang sebagai sesuatu yang negatif. Baginya, keinginan pemain untuk membalikkan keadaan merupakan modal yang tetap bisa dipertahankan, tetapi harus disertai kontrol permainan yang lebih baik.

“Kami harus mengambil sisi positif dari keinginan untuk menang dengan segala cara. Saya pikir mereka menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan dan meraih tiga poin,” tuturnya.

Masalahnya muncul ketika pertandingan memasuki fase akhir dan Juventus mulai kehilangan kontrol terhadap ruang.

“Kami berada di akhir pertandingan dan terlalu tidak seimbang. Meninggalkan ruang-ruang seperti itu jelas merupakan kesalahan kami, tetapi itu muncul dari keinginan untuk menang,” ucap Spalletti.

Bagi Juventus, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah penting setelah lini belakang sebelumnya tampil cukup solid. Sebelum kebobolan tiga kali di markas Sassuolo, Bianconeri hanya kemasukan satu gol dalam tiga pertandingan pertama Serie A.

Lini Belakang Juventus Gagal Menjaga Garis Pertahanan

Spalletti kemudian mengarah pada proses gol pertama Sassuolo. Ia menilai pertahanan Juventus tidak cukup agresif setelah situasi lemparan ke dalam dan gagal menjalankan garis pertahanan dengan baik.

“Kami tidak cukup agresif dan kemudian garis pertahanan terlalu tinggi, sehingga meninggalkan ruang-ruang tersebut. Kami harus bertanggung jawab atas hal itu. Ini jelas sesuatu yang perlu kami perbaiki,” katanya.

Kekalahan di Mapei Stadium menunjukkan bagaimana keunggulan Juventus dalam mengejar skor tidak otomatis membuat pertandingan berada dalam kendali mereka. Sassuolo justru mampu memanfaatkan ruang yang terbuka ketika Juventus semakin banyak mengirim pemain ke area depan.

Pada akhirnya, Juventus pulang tanpa poin meski dua kali mampu menghindari ketertinggalan. Sassuolo menang 3-2 dan Juventus kini memiliki tujuh poin dari empat pertandingan Serie A.

Spalletti Minta Juventus Lebih Sering Cari Kolo Muani

Selain membahas masalah pertahanan, Spalletti juga menyoroti cara Juventus membangun serangan, khususnya dalam memanfaatkan Randal Kolo Muani. Menurutnya, striker tersebut seharusnya lebih sering menjadi sasaran ketika lini tengah lawan bermain rapat.

“Kami harus memberikan bola kepada Kolo Muani, karena ketika lini tengah penuh, itu berarti mereka bermain man-to-man. Jadi kami membutuhkan dia untuk menahan bola,” ujar Spalletti.

Spalletti mengakui Juventus belum cukup sering memberikan bola kepada Kolo Muani dalam situasi tersebut. Namun, ia juga meminta penyerang asal Prancis itu menunjukkan determinasi lebih besar ketika mendapatkan kesempatan bermain.

Kondisi Kolo Muani memang menjadi salah satu perhatian Juventus sejak awal musim. Sebelum pertandingan melawan Sassuolo, Spalletti masih memberikan kepercayaan kepada sang striker untuk menjadi ujung tombak.

Zhegrova Jadi Sorotan Positif Juventus

Di tengah kekalahan dramatis tersebut, Edon Zhegrova menjadi pemain yang mendapat apresiasi khusus dari Spalletti. Masuk dari bangku cadangan, pemain asal Kosovo itu mencetak dua gol sekaligus membawa Juventus dua kali menyamakan kedudukan.

“Inilah kekuatan Zhegrova, dia menjadi tidak terduga dan sulit dihentikan ketika menggiring bola melewati lawan,” kata Spalletti.

Dua gol tersebut menjadi catatan penting bagi Zhegrova karena sebelumnya ia belum mencetak gol dalam pertandingan kompetitif sejak November 2024. Performa di Mapei Stadium menunjukkan kemampuan individu yang membuatnya bisa mengubah situasi ketika mendapatkan ruang di area lawan.

Namun, Spalletti juga masih melihat sejumlah hal yang harus diperbaiki. Zhegrova dinilai terkadang terlalu lama menguasai bola dan belum cukup cepat melepaskannya kepada rekan setim. Kontribusinya ketika Juventus kehilangan bola juga masih menjadi perhatian.

“Jika Anda menyerang dan hanya berada di area pertahanan lawan, Zhegrova adalah pemain yang luar biasa,” katanya.

Peran Zhegrova menjadi semakin menarik karena ia sempat diperkirakan meninggalkan Juventus pada musim panas. Kini, kontribusinya dari bangku cadangan memberi Spalletti alternatif tambahan di lini depan.

Aquilani Bawa Sassuolo Kalahkan Mantan Gurunya

Pertandingan tersebut juga mempertemukan Spalletti dengan Alberto Aquilani. Keduanya pernah bekerja sama di AS Roma ketika Aquilani masih berstatus pemain. Kali ini, Aquilani berada di sisi berlawanan dan berhasil membawa Sassuolo menaklukkan Juventus.

“Aquilani sudah memiliki kualitas ketika bermain dan saya mengenali visi itu dalam timnya hari ini,” kata Spalletti.

Bagi Spalletti, kekalahan tersebut tetap tidak mengubah penilaiannya bahwa Juventus sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, kesempatan itu akhirnya hilang ketika permainan Bianconeri terlalu terbuka pada menit-menit penentuan.

“Saya tetap mengatakan bahwa kami sudah menciptakan situasi untuk membalikkan keadaan, tetapi kemudian kami kehilangan keseimbangan,” pungkasnya.

Juventus selanjutnya harus membawa evaluasi dari kekalahan di Mapei Stadium, terutama dalam menjaga jarak antarlini ketika mengejar gol. Sementara itu, Sassuolo membawa kemenangan dramatis tersebut setelah Adzic menjadi penentu pada menit-menit akhir pertandingan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online